Info Praktis
Nov14

Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !!

0 komentar

Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !!

Sahabat NuansaTani.Com, Tanah adalah media alam yang menjadi salah satu aspek penunjang kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk pula tanaman. Subur atau tidaknya tanah dipengaruhi oleh kandungan unsur hara yang berbeda-beda pada setiap jenis tanah.

Unsur hara yang terkandung dalam tanah secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman disamping faktor kemampuan tanaman dalam menyerap zat hara dari dalam tanah.

Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !!

Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !! ( Picture by : Materiipa.com )

Kemampuan tanaman untuk melakukan proses penyerapan unsur hara juga dipengaruhi oleh faktor utama, yakni tingkat keasaman tanah atau pH.

Istilah pH atau derajat keasaman tanah. Istilah ini sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman di suatu tempat.

pH merupakan kependekan dari potensial of hydrogen, sedangkan pH tanah adalah suatu standar pengukuran tingkat keasaman atau kebasaan pada suatu lahan.

Dengan mengetahui kadar pH dalam tanah, maka para petani dapat menentukan tanaman apa yang cocok ditanam atau di budidayakan karena setiap tanaman memiliki karakteristik kebutuhan kadar pH yang berbeda-beda.

Mengetahui derajat keasaman tanah sangat penting terutama bagi petani dan pengusaha perkebunan agar mendapatkan hasil panen maksimal.

Ada tiga jenis pH yang mendasarai karakteristik tanah dan biasanya menjadi acuan utama dalam bidang pertanian antara lain :

  1. pH Netral

Tanah dengan pH netral berada pada angka 6,5 hingga 7,8. Tingkat keasam-basaan ini merupakan pH ideal dengan kandungan senyawa organik, mikroorganisme, unsur hara dan mineral-mineral dalam kondisi yang optimal.

Biasanya tanah ber-pH netral cocok digunakan untuk bercocok tanam.

Beberapa tanaman seperti ubi kayu optimal ditanam pada tanah dengan pH 4,5 hingga 8 dan cabai yang memerlukan pH tanah antara 5,6 hingga 7,2.

2. pH Asam

Kadar pH dalam tanah asam biasanya dimiliki oleh tanah gambut yang cenderung mempunyai kandungan hidrogen, aluminium, dan belerang tinggi.

Pada kondisi asam, biasanya tanaman tidak mampu tumbuh dengan baik karena zat hara tidak dapat diserap oleh tumbuhan secara optimal.

Untuk mengurangi kadar keasaman tanah, kita dapat melakukan pemberian dolomit atau kapur pertanian.

3. pH Basa

Tanah dengan pH basa lebih banyak mengandung zat kapur dan umumnya terdapat di di daerah pesisir pantai.

Selain itu, tanah basa juga memiliki kandungan ion magnesium, kalsium, kalium, dan natrium yang lebih tinggi.

Kondisi kebasaan yang tinggi tidak baik bagi tanaman. Pengolahan tanah basa agar pH menjadi netral dapat dilakukan dengan pemberian kapur gypsum.

Mengukur pH Tanah

Pengkuran kadar pH dalam tanah dapat dilakukan sebelum melakukan cocok tanam, baik pertanian maupun perkebunan.

Cara paling mudah untuk mengukur kadar pH dalam tanah adalah menggunakan pH meter tanah.

Alat ukur ini bisa dibeli dengan harga sekitar 300 ribu dan biasanya dimiliki oleh petani modern yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan tanaman. Namun bagi petani tradisional, alat ini bukan menjadi barang wajib dan mungkin masih banyak yang tidak mengenal fungsinya.

Pengaruh PH Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Tingkat pH tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pengaruh secara langsung tentu saja bisa dilihat dari fisik tanaman seperti diameter batang, kelebatan daun, dan tingkat produktivitas tanaman.

Pengaruh tidak langsungnya meliputi beberapa hal seperti nutrisi tanah, kandungan nitrogen dan bakteri tanah.

Ketersediaan Bakteri dan Mikroorganisme

Beberapa jenis bakteri dan mikroorganisme yang hidup di bagian akar tanaman dapat membantu pertumbuhan tanaman karena mengikat nutrisi dari dalam tanah. Selain itu, mereka mampu merubah nitrogen di udara menjadi nitrogen yang dapat digunakan oleh tanaman.

Pengaruh lainnya adalah ketersediaan unsur hara berkat penguraian berbagai zat didalam tanah yang dilakukan oleh mikroorganisme. Namun, bakteri dan mikroorganisme hanya bisa hidup pada tanah dengan derajat pH yang sesuai.

Ketersediaan dan Penyerapan Unsur Hara

Beberapa zat yang diperlukan oleh tanaman hanya tersedia pada derajat pH tertentu. Misalnya zat fosfor yang ada di skala pH tanah 6 – 7. Disamping itu tingkat keasaman tanah ikut mempengaruhi mudah atau tidaknya ion-ion pada unsur hara diserap tanaman.

Semakin tinggi tingkat keasaman, semakin sulit nutrisi tanah diserap karena berbagai reaksi kimia yang terjadi. Sebaliknya jika keasaman normal, tanaman lebih mudah menyerap nutrisi dalam tanah karena mudah larut dalam air.

Pengaruh Tingkat Keasaman Tanah

Nilai derajat pH tanah banyak mempengaruhi kualitas pertumbuhan tanaman. Pada pH 6,5 ke bawah atau masam, tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik atau bahkan tanah sulit untuk ditanami.

Hal ini disebabkan oleh sedikitnya nutrisi yang terkandung pada tanah dan meningkatnya kadar racun.

Saat tanah dalam kategori masam terjadi pengikatan secara kimiawi pada zat magnesium, kalsium, dan fosfor sehingga tidak dapat diserap oleh akar tanaman. Akibatnya tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis dengan baik.

Gejala yang paling sering terjadi pada tanaman yang tumbuh di tanah dengan keasaman tinggi adalah daunnya yang menguning atau kecoklatan di bagian pinggirnya meskipun masih muda.

Hal ini disebabkan akar tanaman tidak mampu menyerap zat besi dan nitrogen. Selain itu akar tanaman menjadi lebih pendek akibat teracuni alumunium. Pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal dan produktivitasnya rendah.

Melakukan pemupukan juga sia-sia karena tidak dapat diserap dengan maksimal oleh tanaman. Untuk menurunkan tingkat keasaman tanah biasanya dilakukan pengapuran terlebih dahulu sebelum penanaman dilakukan.

Pertanian Subur dengan pH Tanah Normal

PH tanah netral antara 6,6 sampai 7 merupakan tanah yang paling cocok ditanami berbagai macam tanaman. Tanaman akan tumbuh dengan normal berkat nutrisinya yang terpenuhi.

Ciri yang mudah dikenali dari tanaman yang tumbuh diatas tanah dengan pH netral adalah buah dan daunnya yang lebat.

Namun perlu hati-hati karena penggunaan pupuk kimia atau pestisida dapat merubah derajat pH jika penggunaannya berlebihan.

Terakhir ada pH basa atau 7,1 ke atas. Pada saat kandungan pH diatas 7,1 tanaman juga tidak dapat tumbuh sempurna. Terjadi pengikatan secara kimiawi pada zat besi, mangan, seng, dan tembaga.

Para petani atau pengusaha perkebunan biasanya akan menurunkan tingkat basa tanah menggunakan belerang agar mendapatkan hasil panen yang lebih banyak. Namun, cara tersebut kurang efektif pada tanah yang memiliki unsur kalsium karbonat atau kapur.

Baca Juga :

Manfaat Pengapuran Untuk Lahan Pertanian, Apa Saja?

Cara Menghitung Kadar pH dan Bahan Organik di Tanah Dengan Sederhana !!!

Cara Menanam Jambu Kristal dalam Pot, Tambulampot Agar Tumbuh Subur !!

Sekian Catatan NuansaTani.Com Kali Ini, Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !! Semoga Bermanfaat !!

Referensi :

abahtani.com

distan.bulelengkab.go.id

rimbakita.com

cybex.pertanian.go.id

Penulis: 

author

Posting terkait "Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !!"

Tinggalkan pesan "Pengaruh Ph Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman !!"