Budidaya
Nov20

Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja?

0 komentar

Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja?

Sahabat NuansaTani.com Dalam bidang pertanian, peranan tanah sangatlah penting untuk menentukan keberhasilan dari suatu budidaya tanaman.

Ini karena, tanah berfungsi sebagai media tumbuh, penyimpan unsur hara, udara, cadangan air serta sebagai rumah bagi mikroorganisme pengurai tanah.

Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja?

Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja?

Namun dalam pelaksanaannya, bukan hanya faktor tanah saja yang wajib untuk diperhatikan, karena bentuk pengolahan yang dilakukan pada tanah tersebut pun menjadi sangat penting guna membuatnya menjadi semakin subur.

Lantas, apa saja yang menjadi ciri-ciri tanah subur untuk kegiatan pertanian?

Kadar Hara Tinggi

Hara merupakan salah satu unsur yang paling penting dan dibutuhkan tanaman.

Tanah harus banyak mengandung bahan organik dan unsur lain yang dibutuhkan tanaman.

Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kandungan hara bisa dilihat dari warna tanahnya.

Namun, cara ini bukan patokan utama untuk mengatakan tanah subur atau tidak. Tanah yang mengandung banyak hara biasanya memiliki warna yang khas yaitu cokelat kehitaman.

Lapisan Humus Tebal

Suatu tanah yang subur dapat diketahui dengan melihat ketebalan bunga tanah (humus).

Semakin tebal humusnya maka tanah tersebut akan kaya dengan bahan organik dan unsur hara.

Ketersediaan humus juga sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar berjalan dengan baik.

Humus yang tebal akan meningkatkan daya hisap tanah terhadap air, hal ini disebabkan struktur lapisan humus berongga sehingga memungkinkan air untuk masuk lebih banyak.

Kadar pH Netral

Tanah yang subur memiliki kadar pH yang netral atau berkisar antara 6,5-7,5.

Tanah dengan tingkat pH yang netral memungkinkan untuk tersedianya berbagai unsur kimiawi tanah yang seimbang.

Selain itu, kondisi tanah dengan pH yang netral akan memudahkan tumbuhan utnuk menyerap unsur hara dan menjaga keseimbangan mikroorganisme yang terdapat dalam tanah.

Itulah kenapa pada kondisi tanah yang terlalu asam perlu dilakukan proses pengapuran yang tujuannya untuk mengembalikan pH tanah ke kondisi netral.

Begitu juga ketika tanah bersifat terlalu basa (>pH 8) perlu diberikan sulfur atau belerang seperti yang terkandung pada pupuk ZA (Amonium Sulfat).

Bertekstur Lempung

Tanah berstruktur lempung berfungsi untuk mengikat berbagai mineral sehingga tanah tidak mudah hanyut terbawa air.

Akan tetapi tingkat tekstur lempung sebaiknya juga tidak terlalu tinggi karena dapat berakibat membentuk genangan air yang justru akan merusak perakaran.

Kaya dengan Biota Tanah

Kehadiran sejumlah makhluk hidup berukuran kecil penghuni tanah menjadi penanda bahwa di dalam tanah tersebut tersedia berbagai bahan organik yang juga dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menunjang kehidupannya.

Salah satu contoh organisme tanah ini adalah cacing. Cacing mampu menggemburkan tanah sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih optimal.

Mengandung Unsur Mineral

Tanah yang subur memiliki kandungan mineral yang lengkap yang dibutuhkan tanaman. Mineral digunakan untuk bahan baku makanan bagi tanaman.

Unsur mineral ini seperti boron, klorin, kobalt, besi, mangan, magnesium, molibdenum, zink dan sulfur.

Untuk menguji unsur mineral yang terdapat dalam tanah dapat diuji di laboratorium dengan membawa sampel tanahnya.

Dapat Ditumbuhi Oleh Berbagai Tanaman

Tanda lainnya tanah dikatakan subur adalah dengan memperhatikan vegetasi yang tumbuh di atasnya.

Semakin banyak dan beragam jenis tanaman yang tumbuh maka semakin baik kualitas tanah tersebut.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja? Semoga Bermanfaat !!

Referensi:

ilmugeografi.com

dapurpendidikan.com

agroteknologi.id

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja?"

Tinggalkan pesan "Ciri Tanah yang Subur untuk Pertanian, Apa Saja?"