Hama dan Penyakit
Des18

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga !!

0 komentar

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga !!

Sahabat NuansaTani TV hama dan penyakit selalu menjadi masalah utama pada setiap budidaya tanaman termasuk pada budidaya buah nagayang menyerang tanaman.

Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman buah naga bila dibiarkan dalam waktu lama, hama dan penyakit itu akan bertambah banyak dan dapat merusak tanaman bahkan mematikan tanaman tersebut .

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga !!

“Layu Fusarium” Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga ( Google )

Berdasarkan pengalaman para petani buah naga, ada beberapa hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman buah naga.

Untuk hasil yang maksimal dari budidaya buah naga, selain dengan pengelolaan cara budidaya buah naga yang baik dan benar

Maka sangat penting memperhatikan mengenai kesehatan dan lingkungan tempat tanaman itu ditanam.

Berikut Hama dan Penyakit yang biasa menyerang buah naga :

Hama

  1. Bekicot

Pada malam hari bekicot menyerang tanaman buah naga dan biasanya menyerang tunas-tunas muda calon cabang buah naga.

Bekas gigitan bekicot akan menyebabkan serangan hama jamur atau bakteri yang menyebabkan tanaman layu kemudian busuk.

Pengendalian bekicot bisa dilakukan secara fisik dan mekanis yaitu dengan sanitasi lahan dan mengambil berkicot secara langsung yang menempel pada tanaman.

Akan lebih efektif pengendalian dengan cara ini jika dilakukan pada malam hari, karena bekicot memiliki aktifitas yang tinggi pada malam hari.

  1. Kutu Batok (Aspidiotus sp.)

Hama kutu batok menyerang tanaman buah naga dengan cara mengisap cairan batang atau cabang, sehingga pada bagian tanaman terserang berwarna kuning.

Pengendalian hama kutu batok dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut.

Untuk memulihkan tanaman yang terserang, berikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuh tanaman, dengan cara disemprot.

Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida atau kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air dengan interval waktu seminggu sekali pada batang atau cabang yang diserang.

  1. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Gejala serangan yang di akibatkan oleh kutu kebul pada tanaman buah naga ditandai dengan adanya bercak nekrotik akibat rusaknya sel-sel dan jaringan tanaman pada batang atau cabang yang terserang.

Ekskresi kutu kebul berupa madu yang merupakan media tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis berlangsung tidak normal.

Selain kerusakan langsung pada tanaman, kutu kebul merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagai vektor penular virus tanaman.

Untuk memperkuat kondisi tanaman agar mampu bertahan dari infeksi virus yang ditularkan oleh kutu kebul maka diperlukan penyemprotan mengunakan nutrisi organik secara rutin dengan interval 7 hari sekali.

Untuk mengurangi populasi serangga bisa dengan pemasangan alat perangkap yellow trap sebanyak 40 buah/ha. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami kutu kebul, seperti: kumbang predator Menochilus sexmaculatus dan parasitoid Encarcia formosa.

Selain itu dapat juga dilakukan penyemprotan pestisida nabati seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut harus dilakukan secara rutin dengan interval 3-4 hari sekali.

  1. Kutu Sisik/Kutu Putih (Pseudococus sp.)

Kutu Sisik biasanya lebih menyukai bagian cabang yang tidak terkena sinar matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini menyebabkan timbul warna kusam.

Pengendalian hama Peudococcus sp. dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati 3 -4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut.

Untuk memulihkan tanaman yang terserang, berikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuh tanaman, dengan cara disemprot.

  1. Tungau

Tungau memiliki ukuran sangat kecil dengan bentuk menyerupai laba-laba dan bersifat polyfag, yaitu menyerang hampir segala jenis tanaman.

Tungau menyerang tanaman buah naga dengan cara menghisap cairan batang dan cabang.

Akibatnya dipermukaan kulit batang atau cabang tanaman yang terserang muncul bintik-bintik kuning atau cokelat.

Serangan yang berat akan menyebabkan tanaman buah naga tumbuh tidak normal.

Pengendalian tungau bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut.

Untuk memulihkan tanaman yang terserang tungau diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuh tanaman, dengan cara disemprot.

Secara kimia dilakukan penyemprotan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.

Penyakit

  • Layu Fusarium

Penyakit Layu Fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporium.

Gejala serangan antara lain cabang tanaman berkerut, layu dan busuk berwarna cokelat.

Secara umum gejala yang tampak hampir sama dengan serangan penyakit busuk bakteri.

Pengendalian serangan Layu Fusarium ini dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan tanaman terserang dan tanah disekitar titik tanam dibuang jauh dari areal budidaya.

Pengendalian kimia bisa menggunakan Benlate T 20 WP atau Derosal 60 WP dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang yang terserang penyakit.

  • Busuk Pangkal Batang

Penyakit busuk pada pangkal batang umumnya menyerang pada saat awal penanaman.

Gejala serangan ditandai dengan adanya pembusukan pada pangkal batang sehingga menyebabkan batang berair dan berwarna kecokelatan.

Terdapat bulu-bulu putih halus yang merupakan miselium cendawan pada bagian yang terserang.

Penyakit ini disebabkan oleh serangan jamur Sclerotium rolfsii Sacc. dan lebih sering menyerang tanaman pada saat cuaca lembab.

Upaya yang dapat di lakukan untuk pengendalian penyakit ini yaitu dengan pengaturan drainase dan kelembaban pada saat musim hujan.

Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah.

Bahan-bahan tersebut direbus dan disemprotkan pada tanaman. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan pemanfaatan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. dan Gliocldium sp.

Pengendalian secara kimiawi dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali.

  • Busuk bakteri

Penyakit ini desebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp.

Gejala tanaman yang terserang penyakit busuk bakteri ditandai dengan adanya pembusukan pada pangkal batang, terdapat lendir putih kekuningan pada daerah serangan, serta tanaman tanpak kusan dan layu.

Pengendalian yang dapat dilakukan terhadap serangan bakteri ini dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan tanaman terserang dan tanah disekitar titik tanam dibuang jauh dari areal budi daya.

Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi dengan kapur agar pH tanah lokal meningkat.

Pengendalian lainnya dengan cara memberi Basamid dengan dosis 0,5-1 gram dalam bentuk serbuk pada lubang tanam kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.

  • Antraknosa (Colletotrichum sp.)

Tanaman buah naga yang menunjukkan gejala penyakit antraknosa ditandai dengan adanya becak cokelat kehitaman yang biasanya berbentuk bulat dan agak cekung.

Dari hasil isolasi dan identifikasi diketahui bahwa penyebab penyakit antraknosa pada buah naga adalah jamur Colletotrichum sp.

Pengendalian jamur ini dapat dilakukan dengan musnahkan sumber penyakit dengan membuang buah yang sudah terserang dengan cara dibakar.

Jika kemunculan penyakit ini sudah banyak di lahan, maka dapat dilakukan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif azoksistrobin, propineb, dimetomorf, tembaga hidroksida, kaptan, metil tiofanat, klorotalonil, benomil, mankozeb, dan metalaksil.

Sekian Catatan NuansaTani.com kali Ini, Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga !! Semoga Bermanfaat !!

Diolah dari berbagai sumber

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga !!"

Tinggalkan pesan "Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga !!"