Budidaya, Info Praktis
Jan8

Teknik Pasca Panen kedelai

0 komentar
Pasca panen kedelai

Teknik Pasca Panen Kedelai ( Picture by : Wikipedia.org )

Sahabat NuansaTani.com keberhasilan dalam peningkatan produksi tanaman kedelai perlu di ikuti dengan penanganan pasca panen kedelai yang tepat sehingga dapat menjamin ketersediaan bahan pangan baik kualitas maupun kuantitasnya.

Bagaimana caranya? Yuk kita simak dan baca bersama..

Adapun tahapan Pasca Panen Kedelai sebagai berikut :

Tahap Pemanenan

Tentukan Umur penen sesuai dengan jenis varietas, dan dilihat kenampakan fisik tanaman, alat panen yang baik menggunakan sabit bergerigi dan sebelum panen gulma / ilalang sebaiknya di bersihkan agar tidak banyak kedelai yang tertinggal.

Adapun kriteria tanaman kedelai siap panen yaitu sebagai berikut :

  • Tanaman kedelai sudah matang ( Berdasarkan Umur varietas kedelai) yaitu sedikitnya 95% polong pada batang utama telah berwarna kuning kecoklatan ( Warna polong masak)
  • Daun telah rontok dan batang mengering
  • Kadar air dibawah 25 % dan kulit polong mudah di lupas
  • Waktu panen, hendaknya di lakukan saat matahari bersinar ( cerah dan tidak hujan ), dapat dimulai pukul 9 : 00 pagi.

Adapun alat panen yang biasa di gunakan yaitu : Sabit bergerigi, Sabit Biasa, Golok, dan gatul.

Tahap Pengankutan

Alat yang digunakan dalam pengankutan berangkasan kedelai dapat menggunakan sepeda motor, gerobak atau di pikul.

Cara pengankutan berangkasan kedelai antara lain :

  • Berangkasan kedelai di kumpulkan di atas terpal
  • Berangkasan kedelai kemudian di tutupi oleh terpal lalu di ikat dengan tali
  • Berangkas kedelai siap di angkut sesuai dengan cara pengankutan petani setempat.

Tahap Pengeringan

Adapun Tahap pengeringan kedelai sebagai berikut :

Pengeringan dengan Memanfaatkan sinar matahari

  • Jemur Berangkasan Kedelai dengan ketebalan 20 cm di atas lantai jemur/terpal hingga merata
  • Lakukan pembalikan setiap 2 jam sekali selama pengeringan, agar pengeringan kedelai merata hingga kadar air 17 % yang di tandai dengan mudahnya polong pecah.
  • Pengeringan dilakukan 2-3 hari

Pengeringan Berangkasan Kedelai dengan Mesin Pengering (dryer )

  • Kapsitas dryer sebesar 1 ton berangkasan kedelai dengan waktu pengeringan 6-8 jam, pengeringan berangkasan dengan suhu maksimal 60o

Tahap Perontokan

Perontokan kedelai dapat dilakukan dengan bantuan tongkat pemukul ( batang pelepah kelapa dan rotan ) atau dengan di injak-injak.

Perontokan berangkasan kedelai juga dapat dilakukan dengan merin perontok atau power threser.

Adapun keuntungan menggunakan mesin perontok/power threser sebagai berikut :

  • Hemat tenaga, waktu dan biaya
  • Tikat kotoran rendah hanya 5 %
  • Susut tercecer rendah hanya 5 %

Penyimpanan

Tahap yang terakhir dalam pasca panen kedelai yaitu tahap penyimpanan, sebelum biji kedelai disimpan biji kedelai perlu di sortasi, atau di bersihkan terlebih dahulu guna memisahkan, biji yang rusak, biji gepeng, atau terlalu kecil.

Adapun penyimpanan kedelai dilakukan dengan cara sebagi berikut :

  • Biji kedelai yang telah di sortasi dan di bersihkan di simpan dalam karung goni yang dilapisi karung plasik untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu.
  • Penyimpanan biji kedelai dengan karung dilakukan agar biji kedelai tidak rusak dalam pengankutan dan terhindar dari OPT.
  • Biji kedelai disimpan dalam suhu kamar 27o C dengan kadar air 12%.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali ini, Teknik Pasca Panen Kedelai, semoga bermanfaat..

 

 

Tag:
Rating artikel ini!
Teknik Pasca Panen kedelai,5 / 5 ( 1voting )

Penulis: 

author

Posting terkait "Teknik Pasca Panen kedelai"

Tinggalkan pesan "Teknik Pasca Panen kedelai"