Agribisnis
Mar17

Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !!

0 komentar

Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !!

Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !!

Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !!

Sahabat nuansaTani.com Model integrasi kelinci dan sayuran melibatkan beberapa subsistim, antara lain :

  • Subsistem budidaya sayuran,
  • Subsitem ternak kelinci,
  • Subsistem pengomposan,
  • Subsistem pasca panen dan
  • Subsistem kelembagaan.

Model integrasi ini lebih memungkinkan untuk diterapkan di pekotaan terutama di kota besar, mengingat modelnya yang tidak membutuhkan ruang dan lahan yang luas.

Model ini juga dapat diterapkan pada skala rumah tangga.

Tanaman Sayuran

Tanaman sayuran yang ditanam pada model integrasi ini dapat berbasis lahan rumah tangga ataupun kebun hidroponik yang menjadi ciri khas pertanian perkotaan.

Jenis sayuran yang ditanam adalah sayuran daun spesifik dataran rendah.

Hasil produksi sayuran akan dikonsumsi manusia dengan berbagai jenis olahan dan limbah sayuran yang tidak dimakan manusia akan dijemur terlebih dahulu untuk dijadikan bahan pakan kelinci.

Ternak Kelinci

Kelinci yang diintegrasikan dengan tanaman sayuran adalah jenis pedaging mempunyai bobot yang lebih besar dari kelinci hias.

Kelinci yang dibudidayakan di dataran rendah dapat menghasilkan 15 anakan pertahun, 3 kali melahirkan dengan 3 – 5 anakan yang dilahirkan tiap kelahiran.

Kelinci yang dibudidayakan dapat diambil dagingnya ketika sudah berusia 4 bulan.

Daging yang diambil dapat dibuat menjadi beberapa olahan pangan, seperti sate, nugget, abon ataupun berbagai jenis makanan olahan lainnya.

Kelinci yang ada tidak hanya dapat dimanfaatkan dagingnya akan tetapi kotoran padat dan cairnya juga dapat digunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman sayuran, dan starter untuk proses pengomposan.

Tanaman sayuran yang dipupuk menggunakan urin segar kelinci terbukti lebih bagus kualitas dan lebih berat hasil panennya.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Urine Kelinci , Begini Caranya !!

Pakan limbah sayuran yang diberikan kepada kelinci disesuaikan dengan daya adaptasi kelinci.

Pemberian pakan limbah sayuran pada kelinci dilakukan secara bertahap.

Kebutuhan pakan sayuran tiap harinya seberat 100 gram/ekor, sisanya menggunakan pellet.

Pemberian pellet harus tetap dilakukan, karena terkait dengan kebutuhan kelinci pedaging akan protein, mineral dan vitamin untuk mendukung tingkat produktivitas kelinci tersebut.

Model integrasi ini juga melibatkan subsistem pengomposan.

limbah sayuran sisa panen dikomposkan bersama-sama limbah tanaman lainnya untuk dikembalikan lagi ke tanaman menjadi pupuk.

Bahan baku pengomposan yang digunakanan tidak hanya menggunakan limbah tanaman, akan tetapi dapat menggunakan limbah dapur rumah tangga dengan catatan untuk mempermudah proses pengomposan dengan jalan dikomposkan secara terpisah dengan limbah tanaman lainnya.

Proses pengomposan dapat menggunakan berbagai cara, untuk skala lahan dapat menggunakan pengomposan sistem lubang ataupun sistem tumpuk.

sedangakn untuk skala rumah tangga dapat menggunakan teknologi vermikompos yang lebih praktis.

Sistim integrasi Ternak dan tanaman sayuran juga harus didukung oleh kelembagaan yang kokoh, tanpa adanya dukungan kelembagaan model ini tidak akan berjalan lestari.

Motivasi yang kuat dari semua pihak baik kelompok tani, masyarakat ataupun pemerintah sangat dibutuhkan untuk kelestarian pertanian bioindustri ke depan.

Sekian Catatan Nuansatani.com kali ini, Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !! Selamat Mencoba…

 

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !!"

Tinggalkan pesan "Sistem Integrasi Kelinci dan Sayuran yang Menguntungkan !!"