Hama dan Penyakit
Sep26

Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida

1 komentar
Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida

Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida

Dalam pengendalian hama terpadu (PHT) penggunaan pestisida merupakan langkah terakhir dalam mengendalikan OPT, karena PHT mengedepankan pengelolaan agroekosisitem dengan memadukan teknik-teknik pengendalian OPT yang ramah lingkungan.

pelajari selengkapnya Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

pengambilan keputusan adalah hal penting dalam penggunaan pestisida, pengambilan keputusan yang tidak tepat dapat merugikan selain dari segi lingkungan tentunya juga dari sisi ekonomi karena biaya yang di keluarkan,.

Pengamatan petakan yang di curigai adalah langkah pertama yang harus di lakukan untuk memutuskan perlu/tidak nya menggunakan pestisida dalam mengendalikan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Pengamatan adalah proses untuk mengentahui intensitas serangan/populasi OPT pada lingkungan pertanaman dan perubahan iklim,

Jjika memang hasil pengamatan menunjukan bahwa intensitas serangan/populasi OPT melampaui ambang ekonomi/ambang pengendalian maka keputusan yang di ambil adalah menggunakan pestisida.

tentunya meskipun harus menggunakan pestisida ada prinsip 6 tepat penggunaan pestisida yang harus di perhatikan, yuuk kita bahas…..

Tepat Jenis

Untuk tepat jenis perstisida yaitu di dasarkan pada selektifitas pestisida di antaranya :

  • Selektifitas pestisida,adalah pengaruh maksimal yang di timbulkan pestisida terhadap hama (OPT) sasaran dan pengaruh minimal terhadap manusia ,musuh alami dan lingkungan.
  • Selektifitas fisiologi,adalah selektifitas yang di sebabkan dari perbedaan kepekaan (sensitivitas) fisiologi hama terhadap jenis pestisida yang digunakan. Contoh formulasi bacillus thuringensis berlinier hanya membunuh serangga lepidoptera.
  • Selektivitas ekologi, yaitu selektifitas yang di sebabkan saat aplikasi, cara aplikasi,formulasi pestisida, dan lokasi pertanaman yang di aplikasikan pestisida.

Dengan kata lain semua jenis pestisida belum tentu di anjurkan untuk mengendaliakn semua jenis OPT pada semua tanaman.

Oleh karena itu pilih jenis pestisida yang di anjurkan untuk mengendalikan satu jenis OPT pada satu jenis tanaman, informasi tersebut dapat di lihat di label kemasan pestisida.

  1. Tepat Sasaran

Penggunaan pestisida harus disesuaikan pada jenis OPT sasaran, sebelum menggunakan pestisida, di awali dengan pengamatan untuk mengetahui jenis OPT yang menyerang, langkah selanjutnya memilih jenis pestisida yang sesuai dengan OPT tersebut, berikut adalah jenis pestisida dan OPT sasaran :

  • Insektisida – Serangga
  • Fungisida – Penyakit yang disebabkan oleh cendawan
  • Akarisida – Tungau/hama yang digolongkan karina
  • Rodentisida – Binatang pengerat (tikus)
  • Molluskisida – Siput atau molluska
  • Nematisida – Nematoda
  • Bakterisida – Penyakit yang di sebabkan oleh bakteri
  • Herbisida – Rumput liar atau gulma

Tepat Dosis/konsentrasi

Ketidak tepatan dosis/konsentrasi dapat menimbulkan resistensi, resurjensi ,terbunuhnya musuh alami bahkan residu pada hasil panen yang membahayakan konsumen.

Dosis atau konsentrasi harus sesuai dengan rekomendasi anjuran karena telah terbukti efektif mengendalikan OPT pada satu jenis tanama, informasi dosis dan konsentrasi penggunaan pestisida dapat di lihat pada label kemasan pestisida,

Berikut dampak negatif akibat pengunaan dosis/konsentrasi penggunaan pestisida yang tidak tepat.

  • Resistensi adalah kemampuan yang berkembang dalam satuan strain serangga untuk mentoleransi dosis bahan beracun yang terbukti sebagian mematikan sebagian besar inidividu dalam populasi normal dan spesies yang sama, atau dengan kata lain ketahanan hama (OPT) terhadap pestisida bertambah.
  • Resurjensi adalah meningkatnya populasi hama, setelah penggunaan pestisida yang berspektrum luas,di sebabkan karena terbunuhnya musuh alami.
  • Residu pestisida adalah pestisida yang masih tersisa pada bahan pangan hasil pertanian, dimana dalam proses pertumbuhan/perawatannya melalui berbagai kontak dengan pestisida.

Tepat Waktu

Waktu yang paling tepat dalam penggunaan pestisida yaitu saat populasi OPT/intensitas serangan telah mencapai ambang ekonomi dan ambang pengendalian.

  • Ambang ekonomi adalah kepadatan populasi hama(OPT)/intensitas serangan yang memerlukan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi/intensitas serangan yang lebih merugikan.
  • Ambang pengendalian adalah populasi hama yang memerlukan tindakan untuk mencegah pertumbuhan populasi yang lebih merugikan.

Waktu penyemprotan pertimbangan dalam prinsip 6 tepat penggunaan pestisida yaitu pagi, sore atau malam hari, di sesuaikan dengan kondisi bioekologi OPT yang rentan.

Tepat Cara/Aplikasi

Pada umumnya cara pengaplikasian pestisida biasanya di semprotkan, namun tidak semua jenis OPT dapat di kendalikan dengan di semprot.

Pada jenis opt tertentu dan pada tanaman tertentu, penggunaan pestisida dapat di lakukan dengan perendaman ,penaburan, pengemposan, pengolesan dan lain sebagainya, informasi dapat di lihat di label pada kemasan pestisida,

Adapun cara pengunaan/pengaplikasian pestisida jika di semprotkan diantaranya :

  • Peralatan seprot tidak bocor
  • Keadaan cuaca cerah (RH 70%) kecepatan angin 4-6 Km/jam
  • Cara nyemprot : searah angin, kecepatan jalan 4 km/jam, jarak spuyer dengan bidang semprot 30 cm.

Tepat mutu

Tepat mutu adalah pestisida yang di gunakan harus dengan mutu baik, untuk itu gunakan pestisida yang sudah terdaftar dan di izinkan pada komisi pestisida,

Jangan gunakan pestisida yang tidak terdaftar, rusak, kadaluarsa, atau bahkan diduga palsu, karena efikasinya diragukan dan bahkan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

pestisida yang terdaftar dan diijinkan di indonesia kemasanya harus menggunakan bahasa indonesia.

Sekian Catatan NuansaTani.com Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida, selama masih ada tanaman yang di budidayakan pasti akan ada OPT yang senantiasa mengancam pertanaman kita, akan tetapi kita sebagai manusia senantiasa di beri akal untuk mengendalikannya

selamat mencoba.. semoga bermanfaat…

Tag:
Rating artikel ini!

Penulis: 

author

Posting terkait "Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida"

Satu Respon

  1. Hawar Pelepah dan Busuk Batang pada tanaman padi-NuansaTani,com2 tahun ago

    […] Penggunaan Pestisida. pestisida merupakan alternatif terakhir dalam pengendalian, langkah pertama dalam penggunaan pestisida adalah dengan melakukan pengamatan petakan, pengamatan dilakukan intensif pada tanaman padi, untuk penyakit hawar pelepah dan busuk batang pengamatan intensif dilakukan saat tanaman mulai memasuki fase anakan maksimal, jika di temukan gejala penyakit hawar pelepah dan busuk batang, segera aplikasikan pestisida dengan jenis fungisida, aplikasi pestisida harus berdasarkan perinsip 6 tepat penggunaan pestisida, baca juga […]

    Balas

Tinggalkan pesan "Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida"