Hama dan Penyakit
Mar26

Penyebab dan Cara mengatasi Penyakit Antraknosa / Patek pada Tanaman Cabai

0 komentar
Penyakit Antraknosa / Patek

Penyakit Antraknosa / Patek ( Picture by : Petanisukses.com )

Sahabat NuansaTani.com, penyakit antraknosa di kalangan petani cabai sering di sebut juga dengan sebutan patek, busuk kering, dan ada yang menyebutnya juga cendawan api.

Penyebab Penyakit Antraknosa / Patek adalah cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gleoeosproioides,

Cendawan ini berkembang pesat pada lingkungan yang lembab dan basah. Kondisi ini tentu lebih banyak ditemui pada saat musim hujan berlangsung.

Penyakit ini seringkali menyebabkan kerugian yang tidak sedikit, bahkan di beberapa kasus, penyakit antraknosa / patek menyebabkan kerugian total kerena gagal panen.

Penyakit ini mudah menular dengan cepat, oleh karena itu lakukan pengendalian secepat mungkin.

jika serangan penyakit antraknosa / patek ini terlanjur parah maka akan sulit untuk di obati.

Selain menyerang buah cabai penyakit ini juga menyerang batang dan daun cabai.serangan pada batang menyebabkan layu dan kering.

serangan biasanya terjadi pada batang tua maupun bagian pucuk tanaman, serangan dengan gejala tersebut biasa di sebut mati pucuk/busuk batang.

Sedangkan serangan pada daun menimbulkan bercak-bercak kehitaman daun menguning dan rontok.

Serangan penyakit Antraknosa / patek pada buah cabai yang terinfeksi mula-mula terlihat gejala bintik hitam kecil, dan kemudian lama kelamaan bintik tersebut membesar.

Buah cabai yang terserang kemudian akan terlihat terbakar, sehingga petani cabai sering menyebut penyakit ini dengan sebutan api-api / cendawan api.

Gejala yang terlihat pada pucuk  buah cabai adalah bagian pucuk buah cabai mengering dan mengkerut.

Kemudian gejala akan meluas keseluruh bagian buah cabai hingga akhirnya tangkai buah menguning dan rontok.

Penyakit antraknosa / patek dapat menyerang tanaman cabai yang masih dalam bentuk biji, dan mampu bertahan selama 9 bulan di dalam biji,

Oleh karena itu sangat di anjurkan menggunakan bibit dari tanaman yang sehat/ atau benih hibrida yang sudah benar-benar ter uji kualitasnya.

Berikut Cara Pengendalian Penyakit Antrakosa

  • Gunakan bibi unggul atau Varietas Tahan Penyakit Antraknosa / Patek, Jika menggunakan bibit dari tanaman sendiri, hindari penggunaan bibi dari tanaman yang terinpeksi dan pilih bibit dari tanaman yang sehat.
  • Gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak, pada musim hujan mulsa plastik dapat mengurangi kelembaban selain itu agar terhindardari penyebaran spora cendawan yang terbawa percikan air hujan.
  • Hindari Penanaman dengan jarak rapat untuk agar lingkungan tanaman tidak terlalu lembab
  • Hindari penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan, Penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman cabai menjadi rentan ( Hama dan Penyakit )
  • Lakukan aplikasi / penyemprotan pestisida ( Fungisida ) Sejak terbentuknya buah pertama, Missal : Antracol, amistartop, Nordox, Dithane, Cozeb dan lainnya.
  • Perbanyak pemberian unsur Kalsium, untuk meningkatkan pengerasan kulit pada buah cabai
  • Buang dan eradikasi buah cabai yang terinfeksi.

Catatan :

Lakukan pengamatan secara Rutin dan seksama agar gejala serangan lebih cepat terdeteksi.

Saat aplikasi atau penyemprotan gunakan dosis yang sesuai anjuran  yang tertera pada label kemasan,

jangan menggunakan dosis yang berlebihan karena dapat menyebabkan keracunan pada tanaman dan juga berbahaya bagi manusia dan lingkungan

Baca Juga : Prinsip 6 Tepat penggunaan Pestisida

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Penyebab dan Cara mengatasi Penyakit Antraknosa / Patek pada Tanaman Cabai, semoga bermanfaat…

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Penyebab dan Cara mengatasi Penyakit Antraknosa / Patek pada Tanaman Cabai"

Tinggalkan pesan "Penyebab dan Cara mengatasi Penyakit Antraknosa / Patek pada Tanaman Cabai"