Hama dan Penyakit
Des12

Cara Pengendalian anjing tanah/ Orong-orong (Gryllotalpa hirsuta)

0 komentar

Sahabat NuansaTani.com Anjing tanah /orong-orong (Gryllotalpa hirsuta) merusak dengan cara memotong pada pangkal batang sehingga orang kadang sering keliru dan menyangka bahwa itu gejala kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang (Sundep).

anjing tanah / orong-orong

anjing tanah / Orong-orong ( picture by : www.ingkarsa.com)

Orong-orong merusak akar muda dan bagian pangkal tanaman yang berada di bawah tanah.

Stadia tanaman yang paling rentan serangan hama ini adalah fase persemaian/pembibitan sampai fase anakan, benih yang di sebar di persemaian juga di makan.

Tanaman padi yang terserang orong-orong nampak geajala layu, dan apabila dicabut perakarannya telah rusak dengan pemotongan yang khas, peningkatan intensitas serangan akan terjadi apabila kondisi air di petakan sawah dalam keadaan macak-macak.

Bioekologi anjing tanah/Orong-orong

Telur anjing tanah/orong-orong

  • Telur diletakan dalam lubang tanah yang dalam secara berkelompok
  • Stadium telur 7-21 hari
  • Kelompok telur terdiri dari 30-50 butir telur/kelompok telur

Nimpa anjing tanah/Orong-orong

  • Instar 1 dan 2 hidup bersama induknya
  • Instar berikutnya hidup sendiri-sendiri
  • Nimpa 3 – 5 bulan

Imago anjing tanah/orong-orong

  • Tungkai depan lebih besar,berguna untuk menggali dan luas toraks pertama juga lebih besar, untuk membantu mendorong tanah yang digali.
  • Penyebaran dengan penerbangan, serangga ini dapat terbang kuat meskipun bersayap pendek.
  • Serangga jantan dapat mengeluarkan bunyi
  • Bersipat kanibal
  • Hidup di pematang dan sawah yang tidak tergenang air
  • Aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya lampu
  • Beristirahat pada siang hari
  • Menyerang tanaman yang berakar serabut
  • Akibat serangan tanaman layu dan akibatnya mati

Cara Pengendalian Anjing Tanah/Orong-orong (Gryllotalpa hirsuta)

  • Pengolahan tanah secara baik dan penggenangan sawah akan membunuh telur dan nimfa anjingtanah dan orong-orong (Gryllotalpa hirsuta)
  • Pengendalian anjing tanah/orong-orong dengan cara mekanis pada saat pengolahan tanah terhadap anjingtanah yang berenag dengan memusnahkannya langsung
  • Penggenangan air pada lahan/ petakan sawah,
  • Penggunaan insektisida karbofuran pada saat tanam dapat menggurangai intensitas serangan mencapai 10 %
  • Menggunakan umpan beracun yang terdiri dari : sodium fluosillicate (atau insektisida lain ) dan satu bagian gula merah yang dicampur dengan 10 bagian Karir ( Dedak beras), kemudian di buat pasta dengan mencampurkan air secukupnya.
  • Menggunakan perangkap lampu.

Sekian Catatan NuansaTani.Com, Cara Pengendalian Anjing Tanah / Orong-orong, semoga bermanfaat…

Baca juga :

Pengendalian Hama Terpadu

Cara Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB)/Bacterial Leaf Bligt (BLB)

Strategi Pengendalian Wereng Batang Coklat ( WBC )

Cara Pengendalian Penyakit Blas (pyricularia Orizae)

Strategi pengendalian Penggerek Batang Padi

 

 

 

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Pengendalian anjing tanah/ Orong-orong (Gryllotalpa hirsuta)"

Tinggalkan pesan "Cara Pengendalian anjing tanah/ Orong-orong (Gryllotalpa hirsuta)"