Budidaya, Info Praktis
Mar11

Tips Sukses Menanam dan Budidaya Cabai Rawit di Pot dan Polybag agar Berbuah Lebat

0 komentar
Budidaya Cabai Rawit di Polybag

Budidaya Cabai Rawit di Pot atau Polybag Picture by : Budidayapetani.com

Assalamualaikum sahabat nuansatani.com Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang fluktuasi harganya sangat tinggi.

Apalagi ketika menjelang hari-hari besar seperti lebaran, idul adha, dan tahun baru, harga cabe pasti melonjak tinggi.

Rasa pedas Cabai rawit ini lah yang menjadikan banyak orang untuk menanam cabe, baik untuk dijual maupun sekadar untuk persediaan sendiri,

Bagaimana tidak, jika rasa pedas cabai rawit ketika harganya mahal tentunya tidak hanya sangat di rasakan oleh konsumen, tetapi juga di rasakan oleh petani keuntungan yang di peroleh oleh mereka menjadi sangat pedas.

Nah, untuk temen-temen yang tidak ingin mengeluh saat harga cabe rawit mahal, yuk kita tanam cabe rawit di pekarangan rumah..

Bagaimana caranya? Yuk kita Baca dan simak bersama..

Memilih Benih Cabai Rawit

Ada 2 Tips dalam memilih benih cabai rawit pada budidaya cabai rawit di pot dan polybag.

pertama, untuk sekedar hobi, benih yang digunakan bisa berasal dari cabe rawit yang ada di dapur atau membeli cabai rawit yang sudah tua di pasar.

Jika anda memiliki pohon cabai yang sudah berbuah, cabe rawit yang sudah tua bisa di jadikan benih.

Jika ingin menjadikan benih cabai yang di pasar, pilih lah cabai yang benar-benar sudah tua dan sehat.

Dengan ciri- ciri sebagai beritkut :

  • kulit cabai berwarna merah menyala,
  • segar dan tidak keriput,
  • dan tangkai buah masih berwarna hijau segar.

Ada berbagai jenis cabai rawit seperti, rawit hijau, rawit putih dan sebagainya.

Kedua , benih cabai rawit juga bisa di beli di toko, ada banyak varietas cabai rawit hibrida yang tersedia di pasaran,

untuk sekala rumahan akan lebih hemat untuk membuat benih sendiri, Karena benih yang di jual di toko pertanian biasanya dijual dalam bentuk kemasan untuk sekala budidaya dan harganya cukup mahal.

Tapi santai saja, karena sekarang banyak toko-toko pertanian yang menjualnya secara eceran sesuai dengan kebutuhan anda.

Budidaya Cabai rawit

Menyemai Cabai Rawit Picture by : lintangsore.com

Menyemai Cabai Rawit

Benih Cabai Rawit yang sudah di pilih untuk dijadikan benih sebaik nya di belah terlebih dahulu untuk mengambil bijinya,

selanjutnya biji cabai di cuci bersih untuk membuang lendir pada bijinya,

Kemudian lakukan seleksi benih dengan cara merendam benih tersebut didalam air, buang biji yang terapung ke permukaan air, dan ambil biji yang tenggelam.

selanjutnya jemur biji tersebut hingga kering setelah itu biji dapat disemai langsung atau di simpan.

Siapkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3 : 1 atau 2 : 1

Media yang sudah tercampur di diamkan selama 1 minggu, dan di simpan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Rendam benih menggunakan air hangat kuku, selama kurang lebih 3 jam, bisa juga di tambah ZPT secukupnya atau Air bawang merah untuk merangsang perkecambahan.

Media semai yang sudah disiapkan sebelumnya, dimasukan kedalam wadah semai, trey semai atau dihamparan tanah.

Tapi untuk lebih aman sebaiknya menggunakan wadah semai atau trey semai kemudian siram hingga basah

Letakan benih pada media semai dengan jarak teratur bisa 3 x 4 atau 4x 4 kemudian tutup tipis dengan tanah halus

Tutup wadah semai dengan plastik gelap atau daun pisang untuk mengkondisikan agar lingkungan hangat dan lembab agar benih cepat berkecambah.

Persemaian juga bisa di lakukan dengan menggunakan polybag kecil dengan cara memasukan media kedalam polybag kecil siram hingga basah kemudian masukan satu benih per polybag

Dalam waktu 7 -10 hari bibit sudah mulai berkecambah, letakan wadah semai pada tempat teduh atau di bawah naungan.

2 hari kemudian bibit di kenalkan dengan sinar matahari secara bertahap.

Setelah 25 – 30 hari bibit siap di pindahkan pot atau polybag untuk pembesaran.

Media Tanam Dalam Pot / polybag

Penyiapan media tanam pada budidaya cabai rawit dalam pot atau polybag di siapkan 10 hari atau 7 hari sebelum bibit siap di pindah tanamkan.

Pot atau polybag yang di gunakan sebaiknya berukuran diameter 30 cm atau lebih besar lebih baik agar pot atau polybag yang besar dapat menampang media tanam yang cukup untuk pertmbuhan dan perkembangan tanaman.

Wadah yang digunakan bisa dengan memanfaatkan barang-barang bekas rumah tangga

seperti : ember bekas, kaleng cat bekas, jerigen bekas dan lain sebagainya.

Media tanam yang digunakan sebaiknya bersipat porous atau gembur, tidak becek dan mengandung banyak pupuk organik dan unsur hara yang di butuhkan tanaman.

Media tanam untuk menanam cabai rawit pada pot atau polybag yaitu dengan menggunakan campuran tanah, pupuk kandang/pupuk organik, sekam mentah dan arang sekam.

Tanah dapat di ambil disekitar rumah atau tanah yang berada di di bawah rumpun bambu, karena media dalam pot atau polybag cenderung mudah padat maka wajib menggunakan arang sekam.

Arang sekam berfungsi untuk porositas tanah dan mencegah pemadatan media tanam.

Perbandingan tanah, pupuk kandang/kompos, arang mentah, arang sekam adalaah 3 : 2 : 1 : 1

Menanam bibit Cabai rawit di pot atau polybag

Bila bibit cabai rawit sudah tumbuh cukup besar pindahkan bibit cabai rawit dari tempat penyemaian ke dalam media tanam.

Saat memindahkan bibit cabei rawit lakukan ketika suhu tidak terlalu panas,

yaitu idealnya dilakukan pada waktu pagi dan sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik sehingga tanaman terjaga dari sengatan sinar matahari langsung.

Pemindahan bibit cabai dilakukan dengan hati-hati, perhatikan akar tanaman agar jangan sampai rusak.

Buatlah lubang pada media tanam sedalam 5-7 cm.

Bila pembibitan dilakukan di dalam polybag, lepaskan tanah dari polybag dengan hati- hati dan jangan sampai rusak kemudian masukan bibit cabai rawit ke polybag yang lebih besar.

Namun bila pembibitan dilakukan pada lahan tanah, maka proses pemindahannya bibit cabai rawit dilakukan dengan sedikit tanah yang menempel ke tempat media tanam yang baru.

Pemeliharaan dan Perawatan Cabai Rawit di pot dan polybag

Pemeliharaan dan perawatan pada Budidaya cabai rawit di dalam pot atau polybag tidak lah sulit bahkan sangat mudah,

pemeliharaan dan perawatan yang harus dilakukan antara lain : penyiraman, pemasangan ajir dan penyiangan

Penyiraman. Untuk menjaga kesegaran pada tanaman cabai Rawit sebaiknya dilakukan penyiraman setiap 3 hari sekali.

Tetapi bila suhu panas sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari sekali.

Pemasangan ajir.apabila tanaman cabai rawit sudah tumbuh besar, berikan ajir atau penahan, yang dapat dibuat dari bambu atau kayu.

Fungsi pemasangan ajir adalah sebagai penopang tanaman cabai rawit agar tidak mudah roboh.

Penyiangan, bertujuan untuk membersihkan gulma atau rumput yang ada di sekitar tanaman,

jika tidak di bersihkan gulma dapat menjadi inang dari hama dan penyakit

Hal yang tidak kalah penting pada budidaya cabai rawit di pot atau polybag adalah Perompesan/ perempelan tunas air.

Tunas muda yang baru tumbuh pada ketiak daun tanaman cabai rawit sebaiknya dihilangkan, dengan perempelan atau perompesan.

perompesan dilakukan pada saat tanaman cabe berusia 20 hari setelah masa tanam.

Perompesan dilakukan 3 hari sekali sampai terbentuknya cabang.

Manfaat dari perompesan adalah untuk menjaga agar tanaman cabai rawit tetap tegak dan tidak tumbuh ke samping ketika bambu belum kuat menopang.

Pemupukan cabai rawit di pot atau polybag

pupuk yang baik pada budidaya cabai rawit di pot atau polybag adalah jenis pupuk kompos, tetapi perlu juga diberikan pupuk buatan seperti NPK,

pemupukan susulan pertama dilakukan ketika cabai rawit berumur 15-20 hari menggunakan pupuk NPK dengan dosis ½ sampai satu sendok makan/ polybag, lakukan hal tersebut setiap 10 hari sekali .

sebaiknya penggunaan pupuk kimia di imbangi dengan penggunaan pupuk organik dengan dosis 2 genggam/polybag.

Pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia dan organik sebaiknya tidak dilakukan secara bersamaan,

misalnya pertama menggunakan pupuk kimia, 10 hari kemudan menggunakan pupuk organik, 10 hari kemudiannya lagi menggunakan pupuk kimia lagi dan seterusnya

Namun, Apabila tanaman cabai rawit ingin bertahan lebih lama hindari penggunakan pupuk kimia dan pemupukan bisa diganti dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis 2 genggam / polybag pada masa pertumbuhan daun dan buah.

Penanggulangan hama dan penyakit tanaman cabai rawit                     

Penanggulangan hama dan penyakit pada budidaya cabai rawit di pot atau polybag untuk sekala rumahan biasanya di lakukan secara mekanis,

yaitu dengan mengambil langsung hama dan mencabut langsung tanaman yang terserang penyakit memusnahkannya.

Bisa juga mengunakan pestisida nabati atau pestisida kimia jika di perlukan.

Panen Cabai Rawit

Panen adalah hal yang paling di tunggu2 setelah kita merawat dan memelihara tanaman kita,

anda akan merasakan sensasi tersendiri jika kita memanen tanaman hasil jerih payah kita sendiri, bikin ketagihan pokoknya.

Tanaman cabai rawit dapat di panen setelah 90 hari tergantung varietasnya.

Pemanenan dilakukan ketika cabe berwarna merah dan masih ada garis hijau pada buahnya.

Cabe dengan ciri tersebut memiliki bobot maksimal dan bisa bertahan 1 – 2 harian.

Waktu yang tepat untuk memanen cabe adalah pagi hari agar kesegaran cabe tetap terjaga hindari panen di siang atau malam hari.

Sekian Catatan NuansaTani.com kali ini, budidaya cabai rawit di pot dan polybag,selamat mencoba semoga bermanfaat…

 

Penulis: 

author

Posting terkait "Tips Sukses Menanam dan Budidaya Cabai Rawit di Pot dan Polybag agar Berbuah Lebat"

Tinggalkan pesan "Tips Sukses Menanam dan Budidaya Cabai Rawit di Pot dan Polybag agar Berbuah Lebat"