Budidaya
Sep26

Kapulaga ( Tanaman Obat pendulang rupiah )

0 komentar
kapulaga

Rimpun Kapulaga

Kapulaga merupakan tanaman herbal yang membentuk rumpun.

Bentuknya seperti tumbuhan jahe dan dapat mencapai ketinggian 2-3 Meter.

Terdapat dua jenis kapulaga yang umum di budidayakan sejak tahun 1986, yaitu : kapulaga lokal ( amomum cardomomun) dan kapulaga sabrang (Elettaria Cardomomun) yang berasal dari india.

Secara umum selain tumbuh liar di kebun atau pekarangan, kapulaga juga di budidayakan dengan pola agroforestri atau tumpangsari.

yaitu menjadi tanaman sela dalam perkebunan, tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik bila berada di bawah naungan pohon-pohon lain.

Seperti : sengon, pinus, dan jati.

Dalam budidaya kapulaga naungan merupakan syarat mutlak karena berkaitan dengan intensitas cahaya yang di terima oleh kapulaga.

Intensitas cahaya tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan kapulaga, kapulaga dapat tumbuh optimal pada intensitas cahaya 30-70%.

Kapulaga sabrang dapat tumbuh baik pada ketinggian 700-1.500 mdpl sementara kapulaga lokal sebaliknya dapat di tanam di dataran rendah.

Kapulaga sabrang mulai berbuah pada umur 2 tahun sementara, kapulaga lokal mulai berproduksi pada umur 1,5 Tahun setelah tanam dengan bibit anakan yang baik.

Budidaya Kapulaga

  • Penyiapan Bibit

Perbanyakan Vegetatif :

Menggunakan rumpun atau tunas baru atau percabangan rizoma yang membentuk tunas.

Bibit yang baik tingginya 50 cm, akar rizoma muda dan mata tunas banyak, rizoma yang sudah tua pertumbuhannya kurang baik.

Perbanyakan Generatif :

Pilih biji dari tanaman kapulaga yang berproduksi tinggi, biji disemai dengan media tanam pasir kemudian setelah 2-3 helai dipindahkan ke polybag dengan ukuran 0,5-1 kg dengan perbandingan media tanah dan pupuk 2 : 1.

Kemudian simpan di tempat yang ternaungi, setelah umur 8-12 bulan atau dengan ukuran 0,5-1 m bibit siap di pindahkan ke lapangan.

  • Pengolahan Tanah/Penyiapan Lahan

Pengolahan di lakukan pada bulan September- Oktober dengan membersihkan tanah dari batu dan gulma.

Penyiapan lubang tanam di lakukan sebulan sebelum penanaman.

Ukuran panjang 50 cm kedalaman 40 cm, dengan jarak tanam 1 x 1m, 15 hari setelah pembuatan lubang tanam.

Masukan kembali tanah ke ubang tanam dengan sebelumnya mencampurkan tanah dengan pupuk kandang/kompos.

  • Penanaman

Penanaman sebaiknya di lakukan pada awal musim penghujan, buat lubang tanam 50 x 40 cm dengan kedalaman 20 cm dengan jarak tanam1 x 1 m.

Siapkan ajir, ajir di tancapkan di tengah-tengah lubang sedalam mungkin agar bisa menahan bibit.

Masukan bibit 3 batang dengan cara penanaman di bentuk segi tiga dan untuk panjang sisinya 10-20 cm.

Usahakan ajir berada di tengah, kemudian ikat 3 batang bibit tersebut pada satu ajir.

Kemudian masukan tanah dengan kedalaman 3-5 cm dari ujung bibit paling bawah, tanah tersebut hendaknya jangan di padatkan agar bibit bisa cepat berkembang.

  • Pemeliharaan

Penyiangan Rumput, Pengemburan tanah di luar rumpun, Pemotongan daun kering, Pemotongan Batang yang sudah tua atau menguning,

Pengaturan Anakan agar tidak tumpang tindih.

Dalam setahun, Penyiangan di lakukan empat kali pada tanaman umur 1,5-2 tahun, tiga kali pada tanaman umur 3-5 Tahun, dua kali untuk tanaman umur 6 tahun atau lebih.

  • Pemupukan

Masa pertumbuhan sebelum menghasilkan.

Pupuk kandang pada saat pengemburan tanah diluar rumpun sebanyak 1-1,5 kg.

Pemupukan berikutnya di lakukan 3 bulan sekali, pupuk kimia, di berikan pada umur 1 bulan, Urea satu sendok makan, di sebar di luar rumpun, dan di ulang 3 bulan sekali.

Masa pertumbuhan sudah menghasilkan.

Pupuk kandang, 10-15 kg setiap rumpun dan Pemberian selanjutnya di lakukan berdasarkan kondisi tanaman dan lingkungan.

Pupuk kimia 10-15 gram berupa Urea dan Tsp pupuk ini di berikan di luar rumpun pada batas perakaran dengan membuat selokan kecil.

kemudian tanah tutup kembali dengan tanah dan siram seperlunya.

  • Pengendalian Hama Penyakit

Hama :

Kutu, Ulat pemakan daun, Penggerek akar rimpang, Pengerek batang, Penggerek buah dan Kumbang pemakan daun.

pengendalian menggunakan insektisida yang efektif berdasarkan ambang pengendalian.

Penyakit :

penyakit busuk, cara pengendalian yang efektif pada tanaman ini adalah mengganti tanaman yang terserang dan mengganti dengan tanaman baru yang berasal dari pembibitan asal biji.

  • Pemanenan

Kapulaga mulai di panen pada umur 2-3 tahun, waktu panen yang tepat adalah bila buah sudah berwarna hijau kekuning-kuningan.

cara panen dengan memotong karang bunga di bawah tandan buah.

Buah yang sudah di panen kemudian di jemur sampai kering, sebaiknya jangan terkena oleh sinar matahari langsung atau di kering anginkan.

Tanaman ini berbuah sepanjang tahun sehingga untuk pemanenan tidak menentu.

Panen besar 4 kali dan panen kecil 4 kali yang berlangsung selama 1 tahun secara berselang seling, tanaman dapat di pergunakan sampai umur 10-15 tahun.

Hasil panen per hektar dapat mencapai 2-3 ton buah kering pertahun dan ini berlaku untuk tanaman berumur belasan tahun.

Kapulaga dapat dijual dalam kondisi basah maupun kering, tanaman ini merupakan komoditi ekspor yang menjanjikan

Negara negara yang selama ini menjadi inportir kapulaga meliputi : Cina, Timur Tengah, Taiwan, jepang, hongkong, singapura dan Korea Selatan.

Picture by : bibitdanbuahkapulaga.blogspot.com

Semoga bermanfaat……………..

 

Tag:
Rating artikel ini!

Penulis: 

author

Posting terkait "Kapulaga ( Tanaman Obat pendulang rupiah )"

Tinggalkan pesan "Kapulaga ( Tanaman Obat pendulang rupiah )"