Hama dan Penyakit
Des25

Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!

0 komentar

Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!

Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!

Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!

Sahabat NuansaTani.com Pada umumnya Petani sudah terbiasa menggunakan insektisida untuk mengendalikan hama pada tanamannya.

Padahal Tuhan telah menciptakan berbagai cara untuk kita gunakan untuk mengendalikan hama.

Dengan semakin ketatnya peraturan tentang pemakaian bahan kimia, karena efek yang merugikan terhadap lingkungan dan kesehatan.

pengendalian hayati atau biokontrol merupakan salah satu strategi untuk mengatasi masalah hama pertanian yang saat ini diyakini memiliki dampak pencemaran lingkungan yang minim.

Salah satu teknik pengendalian hayati yang sesuai dengan PHT yaitu dengan memanfaatkan jamur entomopatogen.

Kelebihan dari penggunaan jamur entomopatogen ini jika di gunakan sebagai pengendali populasi serangga hama cara ini mempunyai kapasitas produksi yang tinggi, siklus hidup relatif pendek dan mampu membentuk spora yang tahan terhadap pengaruh lingkungan.

Selain Beauveria bassiana, jamur Metarhizium anisopliae ialah satu di antara jamur yang bersifat entomopatogen.

Baca Juga : Jamur Beauveria Bassiana, Agens Hayati Mematikan Untuk Serangga !!

Jamur ini dapat dijadikan sebagai salah satu agen hayati untuk mengendalikan serangga, baik serangga yang menyerang tanaman maupun organisme antagonis yang berada di dalam tanah.

Jamur ini dapat menyebabkan penyakit bila menginfeksi serangga, sehingga dapat menurunkan populasi serangga hama didalam suatu areal pertanian.

Serangga hama yang dapat di kendalikan dengan Jamur Metarhizium anisopliae antara lain

  • Uret,
  • kepik hama,
  • walang sangit,
  • penggerek jagung,
  • kumbang kelapa,
  • belalang,
  • wereng coklat, dan banyak hama serangga lain.

Penggunaannya dilakukan dengan cara menebarkan spora jamur ke daerah tinggal serangga, seperti daerah perkawinan serangga.

Jamur yang ditebarkan selanjutnya akan menginfeksi larva dari hasil perkawinan tersebut. Cara ini ternyata dapat menghasilkan tingkat infeksi yang tinggi.

Morfologi dan pertumbuhan Metarhizium anisopliae

Koloni cendawan Metarhizium anisopliae pada awal pertumbuhannya berwarna putih, kemudian berubah menjadi hijau gelap dengan bertambahnya umur.

Jamur ini banyak ditemukan di dalam tanah, bersifat saprofit, dan umumnya dijumpai pada berbagai stadia serangga yang terinfeksi, tumbuh pada suhu 18,3o– 29,5oC dan kelembapan 30-90%.

Tingkat pH untuk pertumbuhan Metarhizium anisopliae berkisar 3,3-8,5. Pertumbuhan optimal terjadi pada pH 7.

Mekanisme menginfeksi

Metarhizium anisopliae akan masuk ke dalam tubuh serangga melalui spirakel dan pori-pori atau kutikula dari tubuh serangga.

Setelah masuk ke dalam tubuh serangga, jamur menghasilkan perpanjangan hifa lateral yang akhirnya berkembang biak dan mengkonsumsi organ internal serangga.

Pertumbuhan hifa berlanjut sampai serangga tersebut ditumbuhi dengan miselia.

Selanjutnya jamur akan beristirahat melalui kutikula dan sporulates, yang membuat serangga tampak seperti diselimuti bulu halus berwarna putih.

Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!

Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!

Pembiakan Jamur Metarhizium sp

Pembiakan Jamur Metarhizium sp cukup mudah dan dapat dilakukan secara alami.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Jamur Metarhizium sp Sebagai Berikut :

  • Mengumpulkan serangga hama, seperti uret, yang sehat dari lapangan. Uret yang dipakai adalah pada masa pertumbuhan uret ke 3 (ukuran uret besar).
  • Uret dimasukkan ke dalam ember berkapasitas 20 liter yang telah diisi tanah dan serbuk gergaji/kompos dengan perbandingan 1:1 kurang lebih ½ bagian ember. Ember kemudan ditutup. Setiap liter media, diisi sekitar 3 ekor uret sehat.
  • Tiga ekor uret mati terserang Jamur Metarhizium sp diiris kemudian dicampurkan ke media yang berisi uret yang sehat, atau juga dengan ditaburi beras yang sudah ditumbuhi Jamur Metarhizium sp. Uret yang awalnya sehat akan mati dalam waktu beberapa hari karena terinfeksi.
  • Uret yang mati dikumpulkan 2 kali seminggu dan disebarkan pada sarang-sarang hama.
  • Selanjutnnya, ember diisi lagi dengan uret yang sehat sebagai ganti uret yang mati dan sudah ditumbuhi jamur.
  • Jika dalam ember terjadi penularan oleh mikroorganisme lain, media dalam ember dibuang, dicuci bersih, diisi dengan media yang baru lagi.

Saat ini ada beberapa produk agensia hayati jamur Metarhizium sp yang dijual di pasaran. harganya pun cukup murah, berkisar Rp 30.000 untuk satu kilogram.

Nmun alangkah baik bagi petani jika mampu memperbanyak jamur ini dengan maksud mengurangi ongkos produksi.

Sekian Catatan Nuansatani.com kali ini, Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!semoga bermanfaat..

 

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!"

Tinggalkan pesan "Jamur Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama yang Ampuh!!"