Hama dan Penyakit
Sep26

Hawar Pelepah dan Busuk Batang pada tanaman padi

0 komentar
hawar pelepah

Hawar pelepah (Picture by : blog.ub.ac.id)

Hawar pelepah daun dan busuk batang merupakan penyakit penting pada tanaman padi.

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani kuhn, pada fase penyempurnaanya disebut Thannatephorus cucumeris (Frank) Donk, di indonesia penyakit ini ditemukan didataran tinggi dan dataran rendah.

Gejala penyakit ini mulai berkembang pada fase anakan maksimum,

Padi mencapai anakan maksimum pada umur 30-45 hst tergantung varietas.

Gejala pertama yaitu terlihat adanya bercak abu-abu kehijauan yang berkembang pada pelepah didekat permukaan air.

Bercak tersebut berebentuk oval atau elips dengan bagian tepi tidak teratur.

Bercak tersebut berukuran 1 cm dan memanjang 2-3 cm kemudian menyatu, pada bercak tersebut tumbuh miselium jamur yang berwarna putih sampai coklat muda yang selanjutnya terbentuk sclerotium berwarna coklat tua sampai kehitanan.

Jika dalam kondisi kelembaban optimal, helaian daun yang bersinggungan akan terinfeksi.

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit ini diantaranya, cara budidaya, pemupukan terutama Nitrogen ,suhu, kelembaban dan drainase.

Penyakit hawar pelepah dan busuk batang ini berkembang dengan baik pada tanaman padi yang ditanaman dengan jarak tanam rapat, dan juga varietas padi beranakan banyak.

Cara pengendalian

Gunakan varietas tahan, beberapa varietas lokal cukup toleran dengan penyakit ini.

Sifat toleransi ini adalah kemampuan regenerasi tanaman yang cepat setelah rumpun di serang oleh patogen.

Budidaya tanaman sehat, melalui, pemupukan yang berimbang, pengaturan jarak tanam dengan jajar legowo, melakukan pengairan berselang, dan lain-lain sehingga tanaman bisa tumbuh baik, sehat, dan mampu mengatasi penyakit

Sanitasi lingkungan, sanitasi bertujuan untuk membersihkan lingkungan pertanaman dari gulma atau tanaman yang tidak dikehendaki.

seluruh gulma dibersihkan, dikumpulkan dan dimusnahkan, namun lebih baik jika gulma dijadikan kompos sampai masak sehingga patogen tidak mampu bertahan dan mati.

kompos tersebut dapat dikembalikan ke sawah untuk membantu mempertahankan kesuburan tanah.

Pengendalian dengan agensi hayati, Trichoderma sp, merupakan agen antagonis yang efektif, terhadap Rhizoktonia Shonani Kuhn.

Penggunaan Pestisida. pestisida merupakan alternatif terakhir dalam pengendalian.

Langkah pertama dalam penggunaan pestisida adalah dengan melakukan pengamatan petakan.

pengamatan dilakukan intensif pada tanaman padi, untuk penyakit hawar pelepah dan busuk batang pengamatan intensif dilakukan saat tanaman mulai memasuki fase anakan maksimal.

Jika di temukan gejala penyakit hawar pelepah dan busuk batang, segera aplikasikan pestisida dengan jenis fungisida.

Aplikasi pestisida harus berdasarkan perinsip 6 tepat penggunaan pestisida, Baca Juga Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida

Kerusakan yang di timbulkan Rhizoctonia solani kuhn, tanaman mudah rebah saat mulai pengisian, karena dalam jaringan tanaman  terdapat sclerotium,

Kerusakan pada pangkal batang dapat menyebabkan hampanya sebagian bulir padi, karena saat pengisian bulir terganggu sehingga pengisian tidak sempurna, gabah menjadi ringan, dan infeksi yang lambat menyebabkan terjadinya anakan yang lebih kecil dan tidak produktif.

Hawar pelepah dan busuk batang padi

Semoga bermanfaat……

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Hawar Pelepah dan Busuk Batang pada tanaman padi"

Tinggalkan pesan "Hawar Pelepah dan Busuk Batang pada tanaman padi"