Info Praktis
Nov30

Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif

2 comments

Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif

Umur tanaman cabai biasanya hanya bertahan antara 8-12 bulan dan setelah itu mulai mengering dan mati.

Begitu juga produktivitasnya, semakin tua umur batang cabai, akan semakin berkurang produktivitas dan kualitas buahnya.

Kalau kondisinya sudah demikian, biasanya petani kemudian mencabut batang-batang cabai yang sudah tidak produktif tersebut kemudian menggantinya dengan tanaman baru untuk kelanjutan usaha tani atau budidaya mereka.

Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif

Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif

Tapi jangan buru-buru untuk memusnahkan batang-batang cabai yang sudah tidak produktif itu, karena ternyata batang-batang cabai yang sudah tua itu masih bisa “dimudakan” dan diberdayakan kembali tanpa harus menanam bibit baru.

Sebuah inovasi telah berhasil dicoba oleh para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Linge.

Ide itu muncul saat Safirin mengamati tanaman cabainya, meski daun dan rantingnya sudah mulai mengering,

tapi dia melihat, batang cabai itu masih terlihat hijau dan perakarannya pun masih kuat.

Dia kemudian menerapkan sistim “Cut Back”, yaitu memotong sebagian besar tanaman dan hanya menyisakan batang setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah.

Bekas potongan batang yang tersisa itu kemudian ditutup dengan plastik,

kemudian diberikan pupuk dasar berupa pupuk organik cair olahan sendiri pada lahan tersebut.

Tanpa dinyana, ide baru dari sang Kepala BPP menunjukkan hasil yang sangat bagus,

sehingga para penyuluh yang selama ikut mengelola lahan cabai itupun semakin antusias dengan ide sang pimpinan.

Dirangsang oleh pupuk dasar yang kembali diberikan pada lahan cabai itu, batang-batang cabai yang bekas dipotong itu mulai mengeluarkan tunas-tunas baru yang bertumbuhannya sangat cepat.

Safirin dan kawan-kawan kemudian memilih 2 atau 3 tunas baru yang pertumbuhannya paling bagus untuk dipertahankan sebagai batang baru, sementara yang lainnya dibuang. Setelah tunas-tunas itu berubah menjadi batang baru dan mulai mengeluarkan cabang, kemudian mereka mulai memberikan pupuk susulan sebagaimana memberi pupuk pada tanaman baru.

Safrin dan kawan-kawan semakin terlihat bersemangat, karena hanya dalam waktu kurang lebih dua bulan, tanaman cabai dengan sistem cut back yang mereka uji coba ini sudah mulai berbuah.

Buah cabai dengan bentuk dan kualitas yang masih sama persis dengan tanaman awalnya, menunjukkan bahwa sistem ini juga bisa mempertahankan sifat genetik tanaman.

Dan menjelang akhir bulan Januari 2017, di saat harga cabai masih relatif tinggi, para penyuluh itu sudah bisa menikmati hasil panen dari ujicoba yang baru pertama kali mereka lakukan itu.

Kuncup tanaman cabai yang tumbuh diharapkan bisa menghasilkan bunga dan buah baru dengan kualitas yang tidak kalah dengan tanaman muda. Seandainya terjadi penurunan sekitar 20% pun masih bisa kita maklumi.

Adapun rincian kegiatan untuk meremajakan cabai yang sudah tidak produktif adalah sebagai berikut:

  1. Buang atau cabut tanaman cabai yang layu, karena cabai layu sudah tidak bisa di produksi ulang lagi.
  2. Lakukan pemangkasan terhadap cabang dan ranting cabai yang kering, terserang penyakit, terserang hama dan tumbuh tidak normal. Catatan: Dalam pemangkasan jangan menghabiskan semua daun, artinya harus disisakan daun walaupun hanya sebuah saja.
  3. Setelah pemangkasan lakukan pemupukan melalui akar. Pemupukan bisa dilakukan dengan tugal atau kocor. Untuk jenis pupuk maspary sarankan menggunakan jenis NPK jangan hanya menggunakan urea saja. Lebih bagus lagi jika diaplikasi juga agensia hayati.
  4. Semprot sisa cabang dan ranting yang mau ditumbuhkan dengan menggunan fungisida (anti jamur) dan insektisida (anti hama) serta zat pengatur tumbuh (opsional).
  5. Tunggu sampai tumbuh tunas baru dari ruas-ruas sisa tanaman cabai.
  6. Jika yakin tanaman kita tumbuh tunas, lakukan pengocoran NPK maksimal 2 minggu sekali.
  7. Selanjutnya perawatan selanjutnya seperti perawatan cabai biasa, meliputi pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

Dengan cara pemangkasan seperti itu diharapkan tanaman cabai yang tua bisa tumbuh normal lagi seperti tanaman muda, bisa berbunga dan berbuah normal lagi.

Baca Juga :

Cara Memperpanjang Umur Produktivitas Tanaman Cabai

Cara Pemupukan Tanaman Cabai, Agar Berbuah Lebat!!

Cara Pengendalian Thrips pada tanaman Cabai , Ini yang harus anda Perhatikan !!

Dengan cara pemangkasan cabai kita bisa menghemat waktu, tenaga, biaya penyemaian, penanaman dan olah tanah.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali, Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif , Semoga Bermanfaat !!

Referensi

KabarTani.com

Kompasiana.com

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif"

2 Respon

  1. Cara Mengawetkan Cabai Agar Tahan Lama !! – NuansaTani.Com1 minggu ago

    […] Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif […]

    Balas
  2. Keuntungan Menanam Cabai Sendiri di Pekarangan !!1 hari ago

    […] Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif […]

    Balas

Tinggalkan pesan "Cara Tepat Peremajaan Tanaman Cabai yang Tidak Produktif"