Info Praktis
Okt30

Cara Pengendalian Siput Murbei / Keong Mas

0 komentar
Siput murbei / keong mas

Siput murbei / keong mas (Picture By : kendalikanopt.blogspot.co.id)

Assalamualaikum sahabat nuansatani.com!!

mungin temen-temen sudah tidak asing lagi dengan keong mas !!

Siput murbei atau yang populer dengan sebutan keong mas yang memiliki nama latin (Pomacea canaliculata Lamarck) awal mula datang ke indonesia sekitar tahun 1980-an merupakan moluska air tawar yang biasa dijadikan binatang hiasan di aquarium.

Namun,seiring perkembangannya yang cepat, siput murbey malah menjadi hama utama yang menyerang tanaman padi, khususnya di fase vegetatif.

Makanan utama Siput murbei / keong mas adalah algae dan tanaman lain yang masih muda, seperti, padi, kangkung, ecenggondok dan lainnya.

Bioekologi siput murbei / Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Telur siput murbei / keong mas diletakan secara berkelompok pada batang kayu termasuk pada dinding saluran dan dan pangkal batang padi

Terlur berwarna merah jambu dan menyerupai buah murbei,dan warnanya semakin memudar seiring dengan usia telur.

Seekor siput murbei betina dapat menghasilkan 15 kelompok telur, dengan jumlah telur sekitar 25-500 butir telur per kelompok telur.

Telur menetas setelah umur 7-14 hari, dan penetasan dapat mencapai 80%

Anakan keong mas yang baru menetas berukuran 1,7 – 2 mm, dengan kulit yang masih lemah dan akan mengeras setelah umur 2 hari.

Anakan siput murbei hidup dipermukaan air dan akan akan keluar dari permukaan air setelah berumur 2-5 hari.

Siput dewasa mempunyai cangkang berwarna kuning keemasan, dengan ukuran tubuh 3-4 cm, dan berat 10-20 gr.

Siput jantan lebih kecil dari siput betina, perbedaan khas siput jantan dan betina adalah garis melingkar pada tutup cangkang. Siput jantan menonjol kearah luar sedangkan siput betina melekuk ke arah dalam.

Siput murbei kawin ditempat yang berair, setelah itu siput betina merayap ke permukaan air dan meletakan telur pada malam hari.

Keong mas sanggup hidup 2-6 tahun dengan keperidian yang tinggi.

Cara pengendalian siput Murbei/ Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Siput murbei biasa merusak tanaman padi usia 7-10 hari, namun umumnya menyerang tanaman padi yang baru saja dipindahkan dari persmaian ke lahan sawah.

Namum, biasanya siput-siput tersebut tidak akan menyerang pada padi yang telah berumur lebih dari 20 hari setelah tanam.

Siput murbei mampu bernafas di dalam dan di permukaan air, sehingga populasinya dapat berkembang dengan baik di tempat-tempat yang tergenang air, seperti, kolam, danau, rawa-rawa, dan sungai.

Stadia paling merusak ketika siput berukuran 10-40 mm.

Siklus hidup 60 hari, mulai stadia telur 7-14 hari, setelah menetas stadia anakan 10-15 hari dan matang secara seksual pada umur 49-53 hari.

Gejala Serangan

keong mas merusak tanaman dengan cara merajut jaringan tanaman dan memakannya, menyebabkan adanya bibit yang hilang di pertanaman, sisa serangan potongan daun dan batang akan terlihat mengambang.

Waktu keritis mengendalikan keong mas adalah pada saat tanaman padi berumur 10 Hst, atau setelah tandur.

Pengendalian fisik/ mekanik

Pengendalian ini dilakukan dengan cara mengambil langsung siput murbei dari pesawahan, pengumpulan siput murbei akan lebih mudah jika memakai umpan perangkap, seperti daun talas, daun pepaya dan bunga terompet.

Siput hasil pengumpulan tersebut dapat dijadikan sebagai pakan ternak.

Pengendalian hayati

Pengendalian ini dilakukan dengan memanfaatkan predator alami siput murbei/ keong mas predator siput murbei/keong mas adalah bebek/itik.

Pengembalaan itik pada saat pengolahan tanah/lahan kosong

Pengendalian Kultur Teknis

Pemasangan pagar plastik disekeliling persemaian, pemasangan saringan pada saluran masuk air pada petakan.

Pada daerah yang dapat diatur drainase air nya, lakukan pengeringan petakan, untuk menekan serangan keong mas.

Membuat saluran air, yang dibuat dipinggir pematang dan tengah /membelah petakan sawah, dengan lebar 30 cm dan kedalaman 15-20 cm. Pembuatan parit/ Saluran air ini akan memudahkan saat pengumpulan keong mas

perangkap telur

Perangakap telur

Mengatisipasi dengan menggunakan perangkap telur keong mas, berupa ajir-ajir dengan ukuran 50 cm yang terbuat dari bambu, batang singkong, dan lain-lain.

Terlur yang terperangkap pada ajir langsung di musnahkan.

Penggunaan Pestisida

Penggunaan Pestisida berdasarkan perinsip 6 tepat penggunaan pestisida.

Sekian Cara Pengendalian Siput Murbei / Keong Mas semoga bermanfaat..

Baca Juga : Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Strategi pengendalian Penggerek Batang Padi

Strategi Pengendalian Wereng Batang Coklat ( WBC )

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Pengendalian Siput Murbei / Keong Mas"

Tinggalkan pesan "Cara Pengendalian Siput Murbei / Keong Mas"