Hama dan Penyakit
Des1

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

1 komentar

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci )

Dari sekian banyak hama yang menyerang tanaman budi daya, kutu kebul (white fly) atau Bemicia tabaci menjadi salah satu hama yang menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan petani.

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

Bagaimana tidak, akibat serangan kutu kebul ini tanaman bisa mengalami gagal produksi dengan tingkat kehilangan hasil hingga 100%.

Perlu diketahui bahwa, kutu kebul memiliki efek ganda ketikan merusak tanaman.

Selain merusak tanaman secara langsung, kutu kebul juga dapat memberikan dampak secara tidak langsung bagi tanaman.

Kerusakan secara langsung dapat menimbulkan gejala keriting daun, klorosis (menguning), belang (mozaik), serta jika serangan sudah parah dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan tidak produktif.

Tidak hanya itu, kutu kebul juga akan melepaskan ekskresinya yang mengandung cairan madu yang dimana cairan madu tersebut dapat dimanfatkan oleh jamur embun jelaga hitam untuk pertumbuhannya.

Keberadaan embun jelaga tersebut akan semakin memperparah kerusakan pada tanaman karena dapat menghambat proses fotosintesis.

Sementara itu, dampak tidak langsung yang disebabkan oleh kutu kebul adalah kutu kebul dapat berperan sebagai vektor penyebar virus penyakit kuning (gemini virus).

Virus gemini atau yang dikenal juga dengan brekele dan bule ini ditularkan secara persisten yang artinya sekali kutu kebul makan tanaman yang mengandung virus kuning, maka selama hidupnya dapat menularkan virus kuning.

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

Kerusakan tidak langsung ini jauh lebih parah dan lebih berbahaya daripada kerusakan secara langsung.

Sebab tanaman yang sudah terinfeksi virus gemini maupun virus mosaik tidak dapat disembuhkan.

Gejala serangan virus gemini dikenal dengan sebutan penyakit bulai atau keriting bulai.

Baca Juga :

Penyebab Keriting Daun Cabai dan Cara Mengatasinya

Cara Mengawetkan Cabai Agar Tahan Lama !!

Kutu kebul dan gemini virus mempunyai kisaran inang yang luas dan mampu menginfeksi berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, terung, tembakau, timun, semangka, kubis, kentang, kedelai, kapas, buncis dan sebagainya.

Hebatnya, virus ini dapat menyerang pada berbagai umur tanaman.

Biasanya dapat ditemukan di dataran rendah dari ketinggian 100 mdpl hingga dataran tinggi di atas 1000 mdpl dan tingkat serangannya akan semakin parah pada saat musim kemarau.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa serangan kutu kebul tidak bisa dianggap enteng dan perlu mendapatkan perhatian serius. “Lebih baik mencegah daripada mengobati” adalah pepatah yang bijak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Karenanya, alangkah lebih baiknya sebelum serangan kutu kebul merajalela lebih baik dilakukan pengendalian sedini mungkin.

Salah satu pengendalian yang umum dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan bahan kimia seperti halnya pestisida.

Pestisida yang biasa digunakan adalah yang berbahan aktif Abamectin dan Imidakloprid.

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)

Tentunya, jika bisa, pestisida ini sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir dalam usaha pengendalian.

Penggunaan pestisida kimia diharapkan dapat ditekan sehingga dapat mengurangi kerusakan ekosistem, kekebalan hama (resistensi) dan ledakan hama.

Sekian Catatan NuansaTani.Com Kali Ini, Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci ) Semoga Bermanfaat !!

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)"

Satu Respon

  1. Cara Membuat MOL dari Nasi Basi /Bekas – NuansaTani.Com1 minggu ago

    […] Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci) […]

    Balas

Tinggalkan pesan "Cara Pengendalian Kutu Kebul (Bemicia tabaci)"