Budidaya
Mar25

Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna

0 komentar

Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna

Sahabat NuansaTani.com Buah pisang tergolong buah klimakterik. Artinya, buah yang kurang tua saat panen akan menjadi matang selama penyimpanan. Namun, ada jenis-jenis pisang yang tidak membutuhkan pemeraman seperti pisang mas.

Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna

Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna

Buah yang cukup tingkat ketuaannya akan menjadi matang dalam 4 – 5 hari setelah panen tanpa perlakuan pemeraman.

Banyak cara pemeraman buah pisang, diantaranya adalah pemeraman tradisional, pemeraman dengan pengemposan, karbit, gas etilen, etrel atau etefon dan dengan daun gamal.

  1. Pemeraman tradisional

Buah pisang diperam di dalam tempayan yang terbuat dari tanah liat.

Setelah buah dipotong, bentuk sisir dan getahnya sudah kering, kemudian disusun dalam tempayan dan ditutup dengan kuali agar tidak ada udara yang keluar.

Antara tempayan dan kuali diberi tanah liat dan dibakar agar suhu di dalam tempayan menjadi panas.

Panas inilah yang menyebabkan buah menjadi cepat matang, biasanya dalam 2 atau 3 hari.

  1. Pemeraman dengan pengemposan

Cara Pemeraman Buah pisang dalam bentuk tandan dilakukan pengemposan di dalam lubang tanah yang besarnya tergantung dari jumlah tandan pisang yang akan diempos.

Untuk 100 tandan pisang, diperlukan lubang seluas 2 x 3 x 3 m.

Lubang diberi tutup dari papan dan timbun dengan tanah serta penutupan disisakan untuk tempat masuknya pisang.

Pada ujung lubang diberi bumbung bambu untuk tempat masuknya asap, daun kelapa dibakar dan asapnya dimasukkan ke dalam bumbung bambu dengan cara dikipasi.

Pengasapan dilakukan 2 kali setiap 12 jam sekali. Setelah pengasapan, buah dibiarkan di dalam lubang selama 24 jam.

Buah diangkat dari dalam lubang, diangin-anginkan dan dibungkus dengan daun pisang kering agar mudah untuk proses pengangkutan.

  1. Pemeraman dengan karbit

Cara Pemeraman buah pisang dengan karbit dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu di pohon atau sesudah dipanen.

Bila buah masih di pohon, segumpal karbit (10 gram) diletakkan diantara sisir pisang di bagian tengah.

Tandan pisang dibungkus dengan plastik / karung yang diikat di bagian atasnya.

Beberapa hari kemudian buah pisang akan matang dengan warna kulit buah kuning.

Pemeraman buah setelah dipanen adalah:

  • buah pisang dalam tandan/ sisir disusun dengan rapi,
  • tiap pojok buah diberi karbit yang dibungkus kertas, 1 kg karbit/1 ton pisang.
  • buah pisang ditutup dengan plastik dan dibiarkan selama 2 hari,
  • tutup dibuka dan buah diangin-anginkan, buah akan matang serempak dalam 2 – 3 hari.
  1. Pemeraman dengan gas etilen/asetilen

Tandan/sisir pisang disusun dalam rak, diberi tutup plastik atau dalam ruang tertutup sehingga udara tidak dapat keluar.

Gas etilen/asetilen dialirkan ke dalam ruangan pemeraman dengan banyaknya tergantung kapasitas ruang.

Untuk ruangan yang penuh, penggunaan etilen sebesar 1/10 cuft untuk setiap 1.000 cuft isi ruangan.

Ruangan yang konstruksinya baik diberi gas 1 kali/hari selama 2 hari berturut-turut. Gas dialirkan perlahan-lahan melalui pipa lubang kecil bagian belakang.

Untuk ruang pemeraman yang kurang baik penambahan gas 2 – 3 kali/hari selama 2 hari. Kepekatannya dapat diperbesar sampai 2 atau 3 kali.

Jika etilen yang diberikan tidak mencukupi, proses pematangannya akan lambat dan tidak seragam, warna pisang pucat, serta ujung buahnya tetap berwarna hijau.

Hal-hal yang diperhatikan dalam pemeraman yaitu :

  • suhu pemeraman dilakukan pada suhu 17,8 – 20 C, jika terlalu tinggi warna daging akan kusam, cepat rusak, dan aromanya kurang baik. Tapi jika suhu pemeraman terlalu rendah mengakibatkan buah pisang kusam.
  • kelembaban yang ideal untuk pemeraman sekitar 75 – 85%, jika kelembaban terlalu tinggi aroma buah kuang baik dan tekstur menjadi lembek sebelum tingkat kematangan penuh tercapai, sedangkan kelembaban terlalu rendah mengakibatkan buah pisang menjadi kusam.
  1. Pemeraman dengan etrel/etefon

Buah pisang yang telah dibersihkan direndam dalam larutan etrel ( 1 cc etrel dan air sehingga volumenya menjadi 1 liter) selama 30 detik atau semprotkan larutan etrel ke permukaan kulit buah pisang.

Penggunaan etrel 1.000 ppm dapat membuat buah pisang matang dalam waktu 3 – 4 hari. Selain cara pemeraman di atas, banyak daerah melakukan sesuai kebiasaan setempat seperti menggunakan daun gamal, mindi, daun picung.

Baca Juga : Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna, Semoga Bermanfaat…

 

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna"

Tinggalkan pesan "Cara Pemeraman buah Pisang Agar Matang Sempurna"