Budidaya
Mar18

Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!

0 komentar

Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!

Sahabat NuansaTani.com Tingkat kematangan buah merupakan faktor penting pada mutu buah pisang.

Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!

Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!

Buah yang dipanen kurang tua, meskipun dapat matang, namun kualitasnya kurang baik karena rasa dan aromanya kurang baik.

Sebaliknya, bila buah dipanen terlalu tua, rasa manis dan aroma buah kuat, tetapi memiliki daya simpan yang pendek.

Oleh karena itu tingkat ketuaan panen sangat erat kaitannya dengan jangkauan pemasaran dan tujuan penggunaan buah.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memanen buah pisang adalah umur panen pisang, waktu panen dan prosedur panen.

Umur Panen

Waktu memanen pisang dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan menghitung jumlah hari dari bunga mekar sampai siap dipanen atau dengan melihat bentuk buah.

Buah pisang dapat dipanen berumur 80 – 100 hari, tergantung varietas. Ada pula penentuan panen berdasarkan hari setelah jantung pisang dipotong.

Buah yang tua biasanya sudut buah tumpul dan membulat, daun bendera mulai mengering, bekas putik bunga mudah patah.

Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen.

Untuk keperluan ekspor, pisang dipanen tidak terlalu tua (tingkat kematangan 75 % – 85%) tetapi sudah masak fisiologis (kadar patinya sudah maksimum).

Tanda-tanda fisik ketuaan buah pisang diantaranya adalah :

  • Buah tampak berisi, bagian linger (tepi) buah sudah tidak ada lagi
  • Warna buah hijau kekuningan. Untuk buah pisang dengan tingkat kematangan penuh, pada tandannya ada buah yang sudah masak (2 – 3 buah), dan
  • Tangkai di putik telah gugur.

Kematangan buah tersebut dapat digolongkan menjadi beberapa tingkatan yaitu:

  • Tingkat kematangan buah ¾ penuh. Tandanya bentuk linger buah tampak jelas, berumur kurang lebih 80 hari dari keluarnya jantung,
  • Tingkat ketuaan buah hampir penuh. Beberapa linger buah masih tampak, umur buah ini kurang lebih 90 hari dari keluarnya jantung,
  • Tingkat ketuaan penuh. Linger buah sudah tidak tampak lagi, berumur kurang lebih 100 hari dari keluarnya jantung dan
  • Tingkat ketuaan buah benar-benar penuh. Bentuk linger buah sudah tidak tampak lagi, kadang-kadang buah pecah dan 1 – 2 buah berwarna kuning, berumur 110 hari dari keluarnya jantung.

Untuk pemasaran lokal, petani lebih suka memetik buah pisang pada stadia tingkat ketuaan penuh, dalam 3 – 4 hari akan menjadi matang penuh.

Untuk pemasaran yang akan memakan waktu cukup lama, seperti keluar daerah, keluar pulau, atau untuk ekspor, buah sebaiknya dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh sehingga daya simpan menjadi lebih lama.

Selain tanda-tanda fisik, tingkat ketuaan buah juga dapat ditentukan dari umurnya yaitu sekitar 12-15 bulan sejak tanaman ditanam sampai panen.

Bila dihitung sejak pisang mulai berbunga sekitar 4 – 6 bulan atau tergantung varietasnya, seperti pisang kapok dapat dipanen pada umur 167 hari, pisang tanduk 151 hari, pisang barangan 150 hari.

Waktu Panen

Waktu pemanenan pisang harus disesuaikan dengan keperluan. Pemanenan yang terlalu cepat akan mempengaruhi mutu pisang akan rendah meskipun daya simpannya lebih lama.

Demikian sebaliknya, bila panen dilakukan terlambat, maka pisang segar tidak cocok lagi diekspor karena cepat membusuk.

Pemanenan pisang dapat dilaksanakan pada pagi hari (jam 07.00 – 10.00) atau (jam 15.00 – 17.00) dalam kepaduan cerah, namun yang paling baik adalah pagi hari.

Pemanenan tidak dianjurkan pada waktu hujan karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan.

Prosedur Panen

Cara Pemanenan buah pisang harus mengikuti prosedur untuk menghasilkan buah pisang yang bermutu, antara lain :

  • Menggunakan parang yang tajam dan bersih, dicuci dengan Lysol/bayclin,
  • Batang pisang ditebang dengan cara menusuk batangnya/membacok separuh batang setinggi ½ dari tinggi batang agar tandan pisang tidak menyentuh tanah dan buah tidak tergores tanah.
  • Tandan dipotong dengan golok yang tajam
  • Lengkungan tandan sedapat mungkin melebihi diameter tandan.
  • Getah tidak boleh menetes ke buah atau bekas potongan tandan dibungkus dengan plastik.
  • Tempat pengumpulan diberi alas tandan pisang untuk menghindari buah rusak/tergores.

Baca Juga : Cara Budidaya Pisang Agar Hasil maksimal !!

Sekian catatan NuansaTani.com Kali Ini, Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !! Semoga Bermanfaat..

 

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!"

Tinggalkan pesan "Cara Pemanenan Buah Pisang, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!"