Hama dan Penyakit
Agu19

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

0 komentar

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

Sahabat NuansaTani.com Para Petani seringkali dibuat kesal dan jengkel oleh hama yang satu ini. Burung pipit/emprit ini sering menyulitkan petani terutama pada masa padi menjelang panen (stadia padi masak susu hingga pemasakan bulir).

Burung pipit menimbulkan kerusakan berat apabila terjadi perbedaan waktu tanam yang signifikan (lebih dari 3 minggu) pada hamparan sawah di sekitarnya.

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

Spesies burung yang paling sering menimbulkan kerugian serius adalah burung pipit (Lonchura sp.) yang biasanya menyerang secara berkelompok dari puluhan hingga ribuan jumlahnya.

Puncak aktivitas burung pipit ini sebagai hama padi adalah pagi (06.00-10.00) dan sore (14.00-16.00). Serangannya menyebabkan biji hampa, bulir padi mengering dan banyak biji yang hilang karena rontok.

Pengendalian hama burung pipit ini bisa bersifat mekanis dengan menggunakan alat-alat yang bisa pengusir burung atau secara biologis dengan menggunakan bahan-bahan tumbuhan atau buah-buahan yang “berbau”.

secara mekanis pengendalian burung pipit dapat menggunakan kepingan CD atau DVD bekas. Caranya, kayu dengan diameter sekitar 5 cm dengan tinggi sekitar 15 cm ditancapkan di atas pucuk tanaman padi.

Di atas tiang tersebut dipasang kepingan CD ataupun DVD bekas, dengan bagian yang bisa memantulkan cahaya menghadap matahari.

Burung pipit akan silau ketika mendekati lahan sawah.

Selain itu bisa juga dengan menggunakan plastik mengkilap berukuran panjang yang dipasang di sawah.

Plastik ini bermanfaat untuk memantulkan sinar matahari yang akan membuat silau burung pipit sehingga mereka tidak mendekati padi yang sedang menguning.

Selanjutnya mengendalikan burung pipit dengan menggunakan jaring.

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

Jaring bekas dipasang di sawah dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah, kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan membetang. Cara ini bisa cukup efektif namun harganya relatif lebih mahal.

Pengendalian burung pipit Secara biologis, jengkol dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan burung pipit,dengan cara sebagai berikut :

  1. Jengkol terlebih dahulu dikupas kulit luarnya.
  2. Daging jengkol direndam dalam air, dengan perbandingan 1 kg jengkol dan 20 liter air. Lama perendaman 24-36 jam, sampai air rendaman memiliki aroma cukup kuat/sangat menyengat.
  3. Air rendaman kemudian dimasukkan dalam botol air kemasan, cukup setengah botol saja. Bisa dibuat untuk beberapa botol, karena akan ditempatkan di beberapa lokasi secara merata.
  4. Bagian atas botol dibuat lubang-lubang agar aroma rendaman jengkol bisa menyebar.
  5. Selanjutnya botol-botol diletakkan di beberapa lokasi di sawah secara merata. Usahakan minimal ada 20 botol yang disebarkan di areal persawahan. Makin banyak botol, tentunyasemakin efektif pula daya kerja rendaman air jengkol.
  6. Selain dimasukkan ke dalam botol, air rendaman juga bisa disemprotkan pada tanaman padi.

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan buah serut (Streblus asper).Tanaman yang Populer di kalangan Pecinta Bonsai Ini,

Baca Juga : Cara Membuat Bonsai Beringin, Ini yang Harus Anda Perhatikan !!

berdasarkan hasil penelitian, ekstrak buah serut terbukti dapat mengusir dan membuat jera kawanan burung yang memakan bulir padi.

Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!

buah serut (Streblus asper)

Baca Juga : Cara Memperbanyakan Anakan Padi, Yang Wajib Anda Coba !!

Cara pembuatan pestisida nabati dari buah serut adalah sebagai berikut:

  1. Buah serut yang sudah dicuci bersih sebanyak 3 kg per hektar
  2. Buah kemudian ditumbuk sampai halus dan direndam dalam air sebanyak 10 liter selama 24 jam
  3. Rendaman disaring dengan kain kasa untuk menjaga keasamannya
  4. Ekstrak dicampur dengan jenis kayu-kayuan dan kapur sirih sebanyak 3-6 sendok makan
  5. Setiap 20-25 ml ekstrak terlebih dahulu dicampur dengan satu liter air, sehingga untuk 1 ha pertanaman padi membutuhkan 400-500 liter air.

Formula dapat disemprotkan pada tanaman padi. Penyemprotan dilakukan dengan alat semprot (sprayer) saat padi berumur 85 hari hingga menjelang panen dengan frekuensi dua kali seminggu.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !! semoga bermanfaat..

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!"

Tinggalkan pesan "Cara Mengendalikan Burung Pipit di Sawah, Praktis dan Mudah !!"