Info Praktis
Feb24

Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !!

0 komentar

Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !!

Sahabat NuansaTani.com Alam telah menyediakan berbagai macam potensi yang bermanfaat bagi dunia pertanian, termasuk bahan alami ZPT (zat pengatur tumbuh) yang banyak tersedia di sekitar kita.

Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !!

Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !!

Ada tujuh golongan ZPT yang sudah dikenal, yaitu: auksin, sitokinin, giberelin, asam absisik, retardan, dan etilen.

Hormon atau ZPT ini banyak dianggap sebagai pupuk organik cair (POC) oleh petani secara umum.

Padahal sebenarnya pupuk dan ZPT berbeda. ZPT ini bisa diaplikasikan langsung ke tanaman, maupun untuk penanaman tanaman dengan kultur jaringan.

Walaupun sudah banyak tersedia produk ZPT yang dengan mudah kita dapatkan di toko pertanian, namun tidak ada salahnya jika kita membuatnya sendiri.

Proses pembuatan zpt tidak lah terlalu rumit, hanya diperlukan beberapa bahan-bahan dan fermentasi sederhana dengan alat yang seadanya.

Dari hasil penelitian yang terus dilakukan hingga sekarang, diketahui ada beberapa bahan-bahan alami yang mengandung ZPT.

Beberapa ZPT dari bahan alami tersebut ada yang langsung bisa diaplikasikan ke tanaman dan ada juga yang memerlukan proses fermentasi.

Beberapa bahan alami yang mengandung ZPT alami adalah:

Air Kelapa

Air kelapa mengandung hormon/ZPT Sitokinin, mineral dan senyawa organik lain, seperti 1,3 dipheniluea, zaetin, zeatin glukosida dan zeatin ribosida.

Bawang Merah

Bawang merah mengandung hormon auksin dan giberelin. Salah satu fungsi auksin dan giberelin adalah merangsang pertumbuhan akar dan merangsang perkecambahan biji.

Rebung Bambu

Rebung bambu mengandung hormon giberelin. Jenis bambu tali adalah yang paling banyak mengandung giberelin. Sebaiknya pengambilan rebung dilakukan pagi hari sebelum jam 06.00 atau sebelum matahari terbit.

Bonggol Pisang

Hormon tumbuh pada bonggol pisang adalah sitokinin.

Baca Juga : MOL Bonggol Pisang : Cara Membuat dan Manfaatnya Untuk Tanaman

Bonggol pisang yang baik adalah dari pohon pisang yang baru ditebang. Pengambilan bonggol sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Ekstrak Tauge

Ekstrak tauge mengandung auksin dan memiliki respon yang mirip dengan air kelapa. Ekstrak tauge juga banyak dimanfaatkan pada perbanyakan tanaman secara kultur jaringan.

Ekstrak Tomat

Ekstrak tomat ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan manusia, ternyata juga baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen dan kalin.

Ekstrak tomat pada penelitian in vitro/kultur jaringan memberikan respon tanaman yang baik.

Cuka Kayu/wood vinegar/asap cair

Cuka kayu dibuat dengan cara mengkondensasi asap hasil pembakaran kayu secara tidak langsung.

Asap yang mencair ini disebut juga cuka kayu/wood vinegar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka kayu memiliki sifat antibiotik dan hormonal.

Aplikasi cuka kayu menunjukkan respon yang positif untuk tanaman. Cuka kayu juga bisa digunakan sebagai pestisida nabati.

Jagung Muda

Biji jagung yang masih muda mengandung hormon giberelin dan sitokinin.

Rumput Laut

Rumput laut juga diketahui memiliki kandungan ZPT atau hormon tanaman yang lengkap, selain itu rumput laut juga memiliki kandungan hara mikro.

Ada beberapa orang yang melakukan ekstraksi zpt dari rumput laut dengan pelarut organik, baik yang polar maupun non polar.

Ekstrak rumput laut yang sudah dipekatkan, artinya kandungan zpt-nya dibuat tinggi, dihargai cukup mahal. Ada yang menjual ekstrak rumput laut 100 ml dengan harga sampai ratusan ribu.

Enceng Gondok

Akar enceng gondok banyak mengandung hormon giberelin, protein dan karbohidrat.

Urin Sapi, Kambing, Kelinci dll

Urin Sapi, Kambing, Kelinci dikerahui selain mengandung nitrogen juga mengandung hormon auksin. Hormon auksin ini berasal dari tumbuhan yang dikonsumsi tapi tidak dicerna oleh perut sapi, kambing, kelinci, dll.

Kandungan hormon atau ZPT di dalam bahan-bahan alami tersebut memang rendah dan sering tidak menentu kadarnya.

Namun demikian, bahan-bahan tersebut bisa menjadi alternatif sumber hormon tumbuhan zpt untuk diaplikasikan langsung ke tanaman pertanian, seperti: padi, sayuran, jagung, kedelai, hortikultura dan buah-buahan.

Ekstrak hormon dari bahan alami bisa langsung dipakai untuk disiramkan ke tanaman atau pun disemprotkan ke daun.

Aplikasi hormon zpt bertujuan untuk meningkatkan produksi, hasil panen dan pertumbuhan tanaman.

Pembuatan hormon tumbuhan alami ini bisa hanya dari satu macam bahan atau kombinasi dari bahan-bahan alami tersebut. Komposisinya pun bisa dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut ini alat dan bahan serta cara membuat zat pengatur tumbuh lengkap (auksin, sitokinin dan giberelin).

Alat:

  • Blender
  • Jerigen/Tong
  • Parang
  • Plastik dan karet pengikat

Bahan-bahan:

  • Rebung: 200 gram
  • Bonggol pisang: 200 gram
  • Taoge: 100 gram
  • Pucuk daun-daunan: 200 gram
  • Gula merah: 100 gram
  • EM4: 50 ml
  • Air kelapa: 2 liter

Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami

  1. Rebung, bonggol pisang, taoge dan pucuk daun-daunan dicincang kemudian diblender hingga halus.
  2. Gula merah dicairkan dengan air secukupnya.
  3. Semua bahan dimasukkan kedalam jerigen/tong, masukkan air kelapa dan EM44. Aduk hingga rata kemudian jerigen/tong ditutup dengan plastik yang diikat karet.
  4. Plastik dikendorkan, supaya tutup tidak pecah saat proses fermentasi berlangsung.
  5. Setiap pagi selama 7 hari tutup dibuka dan bahan diaduk, kemudian ditutup kembali.
  6. Setelah 7 hari, saring bahan-bahan tersebut untuk memisahkan cairan zpt dan ampas.
  7. Simpan didalam wadah yang tertutup rapat. ZPT siap digunakan.

Bahan-bahan yang digunakan bisa dipilih sesuai dengan tujuan digunakannya ZPT.

Jika ingin merangsang dan mencegah kerontokan bunga misalnya, maka gunakan bahan yang banyak mengandung giberelin, begitu juga dengan tujuan yang lain.

Cara Pengaplikasian

Gunakan 3 sendok makan zpt untuk 1 liter air. Aplikasi bisa dengan penyemprotan atau dengan merendam benih dan mengoleskan pada titik tumbuh akar pada stek.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali ini, Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !! Selamat Mencoba ..

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !!"

Tinggalkan pesan "Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan Alami, yang Harus Anda Ketahui !!"