Info Praktis
Okt7

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)

0 komentar

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)

Sahabat NuansaTani.com, Suburkan tanah nya ! ya kalimat itu menjadi kunci pada budidaya tanaman, termasuk pada Budidaya Padi.

Untuk meningkatkan produktivitas padi selain faktor-faktor budidaya tanaman padi lainnya, meningkatkan kandungan Organik pada tanah sawah juga perlu dilakukan, ya salah satunya dengan memanfaatkan limbah jerami padi yang di olah menjadi pupuk kompos.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)

Sampai saat ini pengelolaan Jerami padi masih belum di lakukan secara maksimal, pada kenyataan nya banyak petani yang  membakar jerami padi sesudah panen/ mengunakan jerami sebagai pakan ternak.

Jika hal tersebut dan di tambah terus menerus maka kandungan organik pada tanah sawah akan berkurang.

Naah..untuk itu kali ini nuansatani.com akan berbagi tips praktis dan mudah bagaimana Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi yang Paling Mudah.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi

Tempat pengolahan atau pengomposan jerami padi baiknya dilakukan  di petak sawah atau tempat jerami tersebut dipanen.

Lakukan pengomposan sesaat setelah panen padi berlangsung, atau ketika persiapan bibit padi hingga sebelum waktu penanaman.

Sehingga ketika kompos matang (kurang lebih butuh waktu 1 bulan), kompos ini dapat segera disebar ke lahan sawah bersamaan dengan proses pengolahan tanah.

Usahakan pula lokasi berdekatan dengan sumber mata air karena dalam proses ini akan membutuhkan banyak air.

Selain itu, hal ini akan memudahkan aplikasi jika pupuk telah matang kelak.

Persiapan alat dan bahan:

  • Jerami padi, bisa ditambahkan pula dengan limbah pertanian yang lain seperti sisa daun, rumput, atau sisa tanaman lainnya.
  • Namun hindari menggunakan batang bambu, ranting, kayu, atau tulang ikan. Meskipun bersifat organik, namun bahan-bahan tersebut dikenal susah diolah.
  • Sabit / parang
  • Cetakan bambu yang dibuat menyerupai pagar
Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)

  • Cetakan ini dibuat seperti pagar dengan 4 bagian berukuran 2 x 1 dan 1 x 1, masing-masing 2.
  • 2 Ember atau wadah untuk penampungan air, dan juga untuk menyiram aktivator (Em4)
  • Air secukupnya
  • Aktivator pengomposan ( Em4 /bahan lain)
  • Tali
  • Plastik penutup / terpal multifungsi berukuran 2 m

Cara pembuatan:

  1. Pertama-tama Anda dapat menyiapkan air ke dalam bak atau wadah penampungan berukuran besar. Bersamaan dengan itu, larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan.
  2. Aduk-aduk hingga aktivator tercampur rata dengan air.
  3. Siapkan cetakan bambu dan pasang cetakan tersebut dengan ukuran yang sesuai atau seperti yang telah kami sampaikan di atas.
  4. Ukuran tersebut tergantung dari banyaknya jerami padi atau bahan-bahan pendamping lainnya.
  5. Potong-potong terlebih dahulu jerami dan bahan lainnya mengguanakan parang agar proses pengomposan berjalan dengan mudah.
  6. Masukkan satu lapis jerami ke dalam cetakan tersebut (dapat pula ditambahkan kotoran ternak agar kasiat dari pupuk semakin tokcer).
  7. Siram aktivator yang telah diencerkan tersebut pada lapisan pertama jerami. Basahi hingga rata.
  8. Injak-injak jerami padi agar terasa padat
  9. Ulangi dengan menambahkan satu lapisa lagi jerami padi, lalu siram kembali dengan aktivator.
  10. Lakukan proses tersebut secara berselang, hingga bahan abis atau cetakan telah penuh.
  11. Setelah cetakan penuh, buka cetakan tersebut lalu tutup bakal kompos tersebut dengan menggunakan plastik atau terpal
  12. Ikat plastik penutup dengan erat agar tidak mdah terbuka dan mengundang hewan kecil masuk di salamnya
  13. Jika perlu letakkan batu pada tiap sisi atau pada bagian atas tutup plastik
  14. Proses pengomposan dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan suhu, penurunan volume / ketinggian, serta warna dari jerami padi.
  15. Proses ini berlangsung sekurang-kurangnya 1 bulan,

Amati perubahan-perubahan fisik dan kimiawi pada jerami padi berikut ini pada saat proses fermentasi berlangsung.

  • Suhu pada tumpukan jerami akan meningkat dengan cepat setelah inkubasi, dan akan mencapai puncaknya pada 60 – 70 derajat selcius.
  • Saat suhu meningkat itulah, mikroba akan giat melakukan penguraian atau dekomposisi jerami padi
  • Volume dari lapisan jerami padi akan menyusut seiring dengan proses dekomposisi tersebut. Penyusutan ini dapat berlangsung hingga 50%.
  • Apabila selama dua hari proses pengomposan berlangsung tidak ditmukan penyusutan atau pengingkatan suhu, maka dapat dikatakan proses tersebut berlangsung lambat atau gagal sama sekali.
  • Segera buka tutup plastik dan amati tumpukan jerami padi, apakah terlalu kering? Atau justeru terlalu basah? Adakah tercium bau kurang sedap? Suhunya meningkat atau dingin?
  • Jika tumpukan jerami padi kering, maka tambahkan air secukupnya dan lakukan pembalikan
  • Jika tumpukan jerami padi terlalu basah dan berbau menyengat, maka lakukan pembalikan atau bisa juga ditambahkan bilah-bilah bambu di dalamnya

Pupuk kompos yang sudah matang mempunyai ciri:

  • Warna jerami cokelat kehitaman
  • Tekstur lunak
  • Suhu pengomposan sudah kembali seperti suhu awal pengomposan
  • Volume menyusut
  • Tidak lagi berbau menyengat

Cara membuat pupuk kompos dari jerami padi ini memberi pelajaran pada kita untuk memanfaatkan limbah organik di sekitar kita untuk dijadikan sesuatu yang lebih bernilai.

Baca Juga : Cara Memperbanyakan Anakan Padi, Yang Wajib Anda Coba !!

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah) Selamat Mencoba !!

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)"

Tinggalkan pesan "Cara Membuat Pupuk Kompos dari Jerami Padi (Praktis dan Mudah)"