Peternakan
Nov2

Cara Budidaya Ternak Sapi Potong, Ini Panduan Lengkapnya !!

0 komentar

Cara Budidaya Ternak Sapi Potong, Ini Panduan Lengkapnya !!

Cara Budidaya Ternak Sapi Potong, Ini Panduan Lengkapnya !!

Cara Budidaya Ternak Sapi Potong Jenis Sapi Ongole (picture by :www. ilmuternak.com)

 Sahabat nuansatani.com..

Bibit, pakan dan manajemen merupakan faktor/unsur penting yang dapat menentukan keberhasilan budidaya ternak sapi potong.

Ketiga faktor tersebut berkaitan satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan.

Apabila tiga faktor/unsur tersebut tidak terpenuhi atau dipahami, dengan baik, maka kegiatan budidaya ternak sapi potong tersebut tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

sapi potong

Sapi Simental (Picture by : www.peternakankita.com)

Jenis Sapi Potong

Ternak sapi potong yang di kembangkan di indonesia secara garis besar, digolongkan dari ternak yang berasal dari daerah tropis dan sub-tropis, antara lain :

Tropis : Sapi Brahman, dan Ongole

Sub Tropis : Sapi Simmental dan Limosussine

Pemilihan Bibit Sapi Potong

Dalam pemilihan bibit ada beberapa hal yang harus di perhatikan, antara lain :

Persyaratan umum :

sapi potong

Sapi Limosussine (Picture by : jualansapi.com)

  • Bibit sapi harus sehat.
  • Bebas dari segala cacat fisik seperti, cacat mata, tanduk patah, pincang, lumpuh, kali dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan punggung atau cacat fisik lainnya.
  • Sapi betina harus terbebas dari cacat alat reproduksi, menunjukan gejala kemandulan serta abnormal ambing.
  • Bibit pejantan harus siap sebagai pejantan, serta tidak menderita/menunjukan gejala cacat pada kelamin.

Persyaratan khusus Sapi peranakan Ongole ( PO ) :

sapi potong

Sapi Brahman ( Picture by : Jualansapi.com)

  • Warna bulu putih keabu-abuan
  • Bulu disekitar mata dan bulu cambuk/ kipas ekor berwarna hitam.
  • Badan besar, gelembir longgar menggantung.
  • Tanduk pendek
  • Punduk besar dan leher pendek.

Betina Umur 18-24 bulan

Kelas I Kelas II Kelas III
Tinggi gumba

Panjang badan

Minimal 116 cm

Minimal 124 cm

Minimal 113 cm

Minimal 117 cm

Minimal 111 cm

Minimal 115 cm

Jantan Umur 24-36 Bulan

Kelas I Kelas II Kelas III
Tinggi Gumba

Panjang Badan

Minimal 127 cm

Minimal 239 cm

Minimal 125 cm

Minimal 133 cm

Minimal 124 cm

Minimal 130 cm

Reproduksi

Tanda-tanda sapi birahi :

  • Kebanyakan makan menguak memikat pejantan.
  • Gelisah dan memisahkan diri
  • Nafsu makan menurun.
  • Produksi susu menurun
  • Menaiki sapi betina lain (birahi fase menaiki)
  • Bibir vulva membengkak, memerah dan hangat.
  • Keluar cairan kental, bening seperti putih telur yang mengalir dari vulva, dan melekat pada kulit serta ekor.

Untuk mendapatkan hasil IB (Inseminasi Buatan) Secara maksimal

  • Jika sapi betina birahi dipagi hari, maka harus dikawinkan hari itu juga.
  • Jika sapi betina birahi sesudah jam 12 siang maka harus dikawinkan hari besoknya sebelum jam 12 siang.

Pakan

Pakan untuk budidaya ternak sapi potong yaitu :

  • hijauan makanan ternak yang terdiri dari rumput dan leguminosa 10-15 % dari berat badan
  • konsentrat 1-3 % dari berat badan.

Teknologi Pengolahan HMT ( Hijauan Makannan Ternak)

Ada bebereapa tekologi yang dapat digunakan, antara lain :

  • Pembuatan silase
  • Pembuatan HMT Amoniasi
  • Fermentasi Jerami Probion
  • Pembuatan Hay

Ukuran kandang

Sapi Jantan dewasa : 1,5 x 2 m atau 2,5 x 2 m

Sapi betina dewasa : 1,8 x 2 m

Anakan Sapi : 1,5 x 1 m

Penyakit pada Budidaya ternak sapi potong

Penyakit Mulut dan Kuku /PMK/ Ae (apthae epizootica)

Gejala :

  • Rongga mulut, lidah, dan telapak kaki melepuh,
  • Serta terdapat benjolan bulat berisi cairan bening,
  • Demam dan air liur keluar berlebihan.

Busuk Kuku (foot Root)

Gejala :

  • Celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh ,
  • Kulit kuku mengelupas, tumbuh benjolan,
  • Sapi pincang.

Penyakit ngorok / SE (septichaema epizootica)

Gejala :

  • Kulit kepala dan selaput lendir membengkak,
  • Leher, anus dan vulva membengkak,
  • Demam,
  • Sulit bernafas dan ngorok.

Anthraks

Gejala :

  • Demam tinggi,
  • Badan lemah dan gemetar,
  • Gangguan pernafasan,
  • Pembengkakan pada kelenjar, dada, leher, alat kelamin,
  • Badan penuh bisul,
  • Kadang keluar darah berwarna merah hitam dari hidung, telinga, mulut anus, vagina,
  • Kotoran sapi cair dan sering bercampur darah.

Pengendalian penyakit.

  • Menjaga kebersihan kandang, peralatan , termasuk memandikan sapi.
  • Memeriksa kesehatan sapi secara teratur, vaksinasi, sesuai petunjuk.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali ini , Cara Praktis Budidaya Ternak Sapi Potong, Semoga bermanfaat..

Baca Juga : Panduan Praktis budidaya ayam buras (bukan ras) / ayam kampung

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Budidaya Ternak Sapi Potong, Ini Panduan Lengkapnya !!"

Tinggalkan pesan "Cara Budidaya Ternak Sapi Potong, Ini Panduan Lengkapnya !!"