Perikanan
Okt31

Cara Budidaya Sidat (Anguilla sp), Ini Panduan Lengkapnya !!

0 komentar
cara budidaya sidat

cara budidaya sidat (Picture by : jualo.com)

Sahabat nuansatani.com

apakah kalian mengenal ikan sidat ?

Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah, orang sulawesi menyebutnya sogili,sugili dan massapi, orang betawi menyebutnya moa,dan orang sunda menyebutnya dengan Lubang.

Dalam bahasa indonesia ikan ini disebut sidat.

Ikan sidat yang memiliki nama latin Anguilla sp tumbuh diperairan air tawar ( sungai dan danau ) hingga mencapai dewasa.

Pada fase larva hingga dewasa dihabiskan di sungai, sedangkan pada fase gonad atau fase siap kawin, sidat akan menuju perairan dengan salinitas tinggi untuk bereproduksi.

Fase anakan atau larva akan kembali berenang ke daerah hulu melalui muara sungai.

Budidaya Ikan sidat

Budidaya ikan ini tidak seperti halnya budidaya ikan air tawar lainnya, pengembangan usaha ikan ini masih sulit dilaksanakan, apalagi penyediaan benih ikan ini betul-betul tergantung alam.

Pemelihaan ikan ini dikolam-kolam belum populer, karena ikan ini karnivora dan kanibal.

ikan sidat termasuk ikan karnivora, diperairan umum sidat memakan berbagai jenis hewan, khususnya organisme benthik seperti crustacea ( Udang dan kepiting) polichatea ( Cacing, larva, dll).

Aktfitas makan ikan ini umumnya pada malam hari.

Secara praktis ikan sidat dapat dibudidayakan dikolam tanah berdinding bambu, kolam beton /bak beton,pen dan keramba jaring apung.

Apapun jenis wadah yang digunakan, yang harus diperhatikan adalah bagaimana mencegah agar ikan sidat tidak lolos dari media budidaya.

Lingkungan yang baik untuk budidaya ikan sidat :

  • Suhu 29-31o C
  • Salinitas 6 – 7 ppt.
  • Oksigen terlarut 0,5 – 2,5 ppm
  • pH 7

Budidaya ikan sidat pada umumnya dibagi kedalam 3 tahapan yaitu :

Tahap Pendederan I

Cara budidaya sidat

glass ell  (picture by : www.initasik.com)

Pendederan tahap 1 merupakan tahap pengenalan dan sekaligus adaptasi awal benih ikan sidat (glass ell) dari alam, agar dapat di pelihara pada ekosistem buatan dan pakan yang homogen atau buatan.

Pemeliharaan pada tahap ini, bertujuan untuk memelihara anakan ikan sidat ( glass ell ) sampai benih ikan sidat berukuran elver (fingerling).

Sampai saat ini belum dilakukan rekayasa teknologi pembenihan ikan sidat, untuk pembenihan ikan sidat (glass ell) masih mengandalkan penangkapan dari alam.

Glass ell yang dipelihara terdiri dari 2 jenis yaitu :

  • A bicolor yang berasal dari pantai selatan jawa
  • A marmorata yang berasal dari poso dan tatelu.

Glass ell yang ditebar dengan ukuran 0,17 gr / ekor, dengan kepadatan untuk tempat pemeliharaan 6 ekor/liter.

Penebaran glass ell dilakukan sesegera mungkin setelah glass ell atau benih ikan sidat diterima ditempat pemeliharaan.

Pengiriman sebaiknya dilakukan dimalam hari untuk menggurangi stres oleh tingginya suhu lingkungan.

Sebelum di tebar glass ell, di aklimatisasi terlebih dahulu.

Dengan cara menempatkan plastik packing sehingga menggapung diatas permukaan air media pemeliharaan.

Plastik dibuka kemudian segera buang apabila ada glass ell yang mati, apabila sudah terlihat gerakan glass ell secara aktif, segera pindahkan glass ell tempat pemeliharaan dengan hati-hati.

Tempat pemeliharaan yang digunakan adalah bak beton dengan ukuran 2 x 5 x 1.8 m3, sementara media air yang digunakan 5 m3.

Bak dilengkapi dengan sitem aerasi sedang, sistem air mengalir, sumber air pada media pemeliharaan dapat berasar dari tandon sumur artesis, yang dialirkan dengan peralon menuju bak pemeliharaan.

Volume pergantian air kurang lebih 300 % per hari.

Sementara bagian atas bak pemeliharaan di tutupi oleh terpal untuk menjaga suhu air, dengan kisaran 29 – 31o C.

Cacing tubificid (tubifisid) merupakan makanan terbaik bagi pemeliharaan awal elver,untuk beberapa hari, cacahan tubificid diberikan disekeliling dinding bak,

sehingga semua elver memperoleh kesempatan yang sama untuk memperoleh ransum yang tersedia

setelah itu areal pemberian pakan di persempit sampai pakan hanya diberikan sepanjang satu penampang dinding.

Dengan cara ini, anakan sidat dilatih untuk makan ditempat dan waktu yang telah ditentukan.

Tahap Pendederan II

Tahap ini merupakan tahap persiapan untuk menghasilkan sidat dengan ukuran fingerling (10 gr / ekor) untuk selanjutnya siap dipelihara pada tahap pembesaran.

Tahap Pembesaran

Pada tahap ini bertujuan untuk memperoleh ikan sidat dengan ukuran konsumsi (< 200 gr/ekor)

Penyediaan Pakan

Cara budidaya sidat

Cara budidaya sidat( Picture By : www.suksesternak.com)

Pakan buatan yang tersedia dalam bentuk tepung, untuk ransum, pakan dapat dicampur dengan rasio 1 : 1,

Namun, kadang-kadang dapat juga ditambahkan obat-obatan dan cacah ikan runcah, campuran pakan ini diaduk sehingga berbentuk adonan dan segera di berikan kepada ikan sidat sebelum mengeras.

Protein yang dibutuhkan dalam pakan elver sidat muda dan dewasa berturut-turut adalah 55,50% dan 45 %, sedangkan kandungan lemak dalam ransum pada umumnya 3%.

Ransum yang diberikan sebanyak 2-6% berat bobot tubuh samapi ikan tumbuh menjadi 40 gr,

kemudian ransum yang di berikan hanya 1-3 % berat total tubuh.

Pemberian pakan dilakukan dua sampai 3 kali, yaitu subuh dan petang, namun waktu makan secara perlahan di alihkan ke siang hari.

Masa pemeliharaan dan Panen

Pemeliharaan dalam cara budidaya sidat yaitu selama 7-8 bulan, dengan masa panen secara bertahap dapat dimulai pada masa pemeliharaan 4 bulan.

Ukuran ikan yang di panen dapat mencapai ukuran konsumsi yaitu 180-200 gr/ekor

cara budidaya sidat meruapakan komoditi ekspor yang menjanjikan dengan pasar ekspor ikan ke negara-negara asia timur ( Taiwan, Korea selatan dan jepang)

Baca Juga : Cara Praktis Budidaya Ikan Mas

Cara Praktis Budidaya Ikan Tawes (Puntius Javanicus)

Cara Budidaya Ikan nilem (Osteochilus hasselti)

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Budidaya Sidat (Anguilla sp), Ini Panduan Lengkapnya !!"

Tinggalkan pesan "Cara Budidaya Sidat (Anguilla sp), Ini Panduan Lengkapnya !!"