Budidaya
Mar17

Cara Budidaya Cabai Merah Organik Agar Berbuah Lebat !!

0 komentar

Cara Budidaya Cabai Merah Organik  Agar Berbuah Lebat !!

Sahabat NuansaTani.com Cabai merah memiliki fluktuasi harganya cukup tinggi, membuat komoditas ini bernilai ekonomis cukup tinggi.

Cara Budidaya Cabai Merah Organik Agar Berbuah Lebat !!

Cara Budidaya Cabai Merah Organik Agar Berbuah Lebat !!

Tak pelak menjadikan cabai merah sebagai komoditas favorit bagi petani Indonesia.

Bahkan pelaku baru di dunia pertanian pun banyak yang mencoba terjun di budi daya komoditas cabai merah.

 Syarat Pertumbuhan Tanaman Cabai

Tanaman cabai pada dasarnya tanaman yang mudah tumbuh semua wilayah dengan berbagai macam tekstur tanah.

Bagaimana cara budidaya cabai merah Organik yang mudah dilakukan pekebun cabai yang masih pemula?

Berikut paparannya.

  • Tanaman cabai harus ditanam pada tanah yang gembur dan subur, untuk itu lakukan pengolahan lahan dengan baik.
  • Ph tanah harus berkisar antara 6,5 – 6,8
  • Ketersedian air sangat diperlukan. Pasalnya, tanaman ini sangat membutuhkan air. Air ini diperlukan sebagai pelarut unsur hara dan juga dimanfaatkan saat proses fotosintesis dan proses respirasi.
  • Tanaman ini cocok ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan yang cukup. Artinya tidak berlebih dan tidak kurang.

Setelah syarat tumbuh sudah dipenuhi, barulah masuk ke masalah penanaman. Berikut tahapan proses penanaman cabai merah.

Persiapan dan Pengolahan Lahan.

  • Menyiapkan lahan, kemudian lakukan proses pembajakan. Pembajakan lahan bertujuan untuk menggemburkan tanah, sehingga proses pengolahan lahan selanjutnya bisa berjalan dengan baik.
  • Membuat bedengan. Ukurannya bisa menggunakan lebar 100 hingga 120 cm. Kemudian tinggi bedengan antara 50-70 cm. Dan buat parit dengan ukuran sekitar 40-50 cm.
  • Setelah lahan siap, kemudian lakukan pupuk dasar dengan pemberian pupuk kompos organik sebanyak 40-50 ton/ha. Tujuannya untuk memenuhi unsur hara dalam tanah sebelum tanam.
  • Penggunaan mulsa plastik hitam-perak tidak diwajibkan, namun jika menggunkannya akan lebih bagus

Persiapan Pembibitan Dan Penanaman

  • Membuat media tanam semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau bisa juga menggunakan arang sekam dan pupuk kandang. Penyemaian ini bisa menggunakan polybag kecil sebagai wadah media. Tanam benih cabai di setiap polibag yang sudah diisi media tanam. Polibag yang sudah ditanam benih cabai, kemudian bagian atasnya ditutup dengan lembaran plastik (disungkup).
  • Setiap pagi sekitar jam 7 hingga jam 10 pagi, sungkup penyemaian dibuka. Dan sore hari, sekitar jam 3 sampai jam 5 sore, sungkup ditutup kembali. Ketika bibit berumur 5 hari, sungkup dibuka sepenuhnya.
  • Penyiraman penyemaian dilakukan seminimal mungkin dan jangan terlalu basah. Penyiraman dilakukan setiap pagi. Jika ada pestisida organik, air siraman bisa dicampur dengan pestisida organik untuk mengendalikan hama pembibitan.
  • Jika bibit cabai sudah menghasilkan 4-6 lembar daun, bibit sudah siap dipindah tanam ke lahan bedengan. Pemindahan ini dilakukan saat pagi.
  • Jika bibit cabai di lahan bedengan sudah berumur 3 minggu dan ada yang mati, segera lakukan penyulaman. Jangan melakukan penyulaman pada bibit yang berumur di atas 3 minggu. Pasalnya, pertumbuhan tanaman nantinya tidak seragam.
  • Pemasangan ajir dan pengikatan tanaman. Tujuannya untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman dan menjaga agar tanaman tahan diterpa angin. Pemasangan ajir dan pengikatan tanaman dilakukan pada tanaman saat sudah muncul bunga pertama.
  • Sanitasi atau pembersihan lahan bedengan dari tanaman liar (gulma).
  • Pengairan yang dilakukan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali (jika tidak terjadi hujan). Penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari kedalaman bedengan.

Pemupukan Susulan

  • Pupuk Akar

Dilakukan dengan cara pengocoran dengan beberapa aplikasi.
Umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis disesuaikan dengan jenis pupuk organik yang digunakan.

Kemudian pupuk kembali diberikan pada umur 46 hari setelah masa tanam dengan menggandakan dosis sama dengan yang diberikkan pada tahap awal.

Dan setelah itu, pada umur 76 hari setelah masa tanam.

  • Pupuk Dauk

Pupuk daun pada tanaman cabai bisa menggunakan POC atau pupuk organik cair, Pupuk ini langsung disemprotkan ke daun.

Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun, dan mempermudah proses fotosintetis jika daun tanaman subur dan rindang.

  • Pengendalian Hama

Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT (Pengendalian Hama Terpadu). Yang penting adalah mengenali jenis hama dan penyakit yang terjadi pada tanaman, serta melakukan tindakan yang cepat dengan melakukan pengendalian yang terkontrol.

  • Panen

Panen tanaman cabai merah sangat mudah sekali. Yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dipanen pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam.

Dan buah cabai yang siap dipetik adalah yang persentase kematangan buah berkisar 80 – 90%.

Baca Juga : Tips Sukses Menanam dan Budidaya Cabai Rawit di Pot dan Polybag agar Berbuah Lebat

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Cara Budidaya Cabai Merah Organik  Agar Berbuah Lebat !! Selamat Mencoba !!

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Budidaya Cabai Merah Organik Agar Berbuah Lebat !!"

Tinggalkan pesan "Cara Budidaya Cabai Merah Organik Agar Berbuah Lebat !!"