Budidaya
Agu12

Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!

0 komentar

Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!

Horenzo (Spinacia Oleracea) atau bayam jepang termasuk sayuran dataran tinggi dengan umur panen singkat, hanya 35—50 hari setelah tanam.

Cara Budidaya bayam jepang cukup menguntungkan bagi petani sayuran. Jika diusahakan intensif dalam areal seluas 400 m2, hasil yang bayam jepang yang dipanen dapat mencapai satu kuwintal.

Horenzo / Spinacia Oleracea  merupakan sayuran yang cukup elit bagi masyarakat Indonesia. Tanaman yang sejenis dengan bayam ini, berasal dari Asia tropis dan sekarang menjadi sayuran kegemaran orang Eropa dan Jepang.

Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!

Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!

Daun yang permukaannya halus dengan warna hijau cerah sampai hijau gelap ini memang lezat jika di konsumsi dengan cara direbus, dikukus, atau ditumis.

Bayam jepang dapat tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian di atas 500 m dpl. Di Indonesia, tanaman ini mulai banyak dibudidayakan petani sayuran di daerah Cipanas dan Lembang untuk memenuhi kebutuhan pasar swalayan dan restoran Eropa dan Jepang di Jakarta.

Benih sayuran ini biasanya diimpor dari produsen benih di Jepang atau Korea, Pada dasarnya, Cara budidaya bayam jepang tidak jauh berbeda dengan sayuran lainnya.

Bayam ini dapat disemai terlebih dahulu, namun dapat juga langsung ditanam di lahan. Jika disemai terlebih dahulu, kondisi tanaman di lahan dapat lebih seragam, sekalipun ada penyulaman. Namun demikian, cara ini memerlukan lebih banyak tenaga.

Sebaliknya, jika benih langsung ditanam di lahan, tenaga kerja dapat ditekan. Risikonya, keseragaman tanaman di lahan tidak dapat dijamin.

Sebelum ditanam, benih direndam dulu dalam air yang telah diberi zat perangsang tumbuh selama satu malam. Esoknya benih diangkat dan ditiriskan, lalu dianginkan.

Jika hendak disemai dulu, wadah semai harus disiapkan sebelumnya. Biasanya digunakan tray semai yang berisi campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Benih bayam jepang disebar dengan jarak antarbaris 3 cm, lalu disiram.

Dalam satu minggu benih akan mulai berkecambah.

Untuk lahan penanaman harus digemburkan dan dibersihkan dari rumput liar, batu, dan benda asing yang mengganggu.

Setelah itu, bentuk bedengan-bedengan dengan lebar 1—1,2 m dengan jarak antar bedengan 30 cm. Tebal/ tinggi bedengan tergantung kondisi cuaca, 25—30 cm jika musim kemarau dan 40—50 cm saat musim hujan.

Bedengan yang terbentuk kemudian ditaburi campuran pupuk TSP dan NPK dengan perbandingan 3 : 1 sebanyak 50—100 gram/m2 dan pupuk kandang 1—2 kg/m2 sebagai pupuk dasar.

Bedengan ini kemudian didiamkan selama 1—2 minggu sebelum ditanami.

Baca Juga : Cara Budidaya Bayam Organik, Ini yang Harus Anda Siapkan !!

Setelah bedengan siap ditanami, bibit dari pesemaian dipindahkan ke bedengan dan langung disiram untuk menekan stagnasi. Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati.

Perawatan tanaman

Agar dapat tumbuh subur dan baik, bayam jepang perlu dirawat dengan baik pula. Karena itu, pada umur tanaman 2 minggu perlu di lakukan penyiangan dan dipupuk menggunakan UREA, TSP, dan NPK dengan perbandingan 4 : 1 : 1. Selang 2 minggu kemudian, tanaman dipupuk lagi dengan pupuk yang sama.

Untuk mengendalikan hama dan penyakit, sejak umur 1 minggu tanaman perlu disemprot pestisida. Dosisnya, 2 sendok  makan fungisida dan 1 – 2 cc insektisida dilarutkan dalam 10 liter air, lalu disemprotkan ke lahan seluas 400 m2.

Penyemprotan dapat dilakukan setiap 1—2 minggu tergantung kondisi bayam jepang tersebut, dan dihentikan pada sekitar 10 hari sebelum panen.

Untuk menjamin kesuburan daun, setiap 2 minggu disemprotkan pupuk daun bersamaan dengan saat penyemprotan pestisida.

Baca Juga : Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!

Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!

Panen

Panen bayam jepang dapat dilakukan 50-55 hari setelah tanam dihitung dari awal penyemaian. Bayam dipanen dari pangkal batang sampai ujung daun panjangnya sekitar 20 cm.

Setelah itu Bayam Jepang direndam air selama10-15 menit dan ditiriskan agar menjadi segar kembali.

Sekian Catatan NuansaTani.com Kali Ini, Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Semoga bermanfaat !!

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!"

Tinggalkan pesan "Cara Budidaya Bayam Jepang (Horenzo / Spinacia Oleracea), Hasil Melimpah !!"