Budidaya
Mar28

Teknik Budidaya Tanaman Cabai Merah Panen Melimpah

0 komentar

Sahabat NuansaTani.com – Budidaya Tanaman Cabai cukup banyak di lakukan oleh petani indonesia dari dataran rendah hingga dataran tinggi ( 0 – 1.200 mdpl )

Budidaya tanaman cabai

Budidaya Tanaman Cabai (picture by : Petanitop.blogspot.co.id)

Tanaman cabai dapat di tanam di berbagai tipe lahan, yaitu lahan sawah dan lahan tegalan /kering.

produktifitas tanaman cabai dengan menggunakan teknologi budidaya tanaman cabai yang sempurna adalah 10,8 ton/ha.

Baca Juga : Tips Sukses Menanam dan Budidaya Cabai Rawit di Pot dan Polybag agar Berbuah Lebat

Cabai biasa di gunakan untuk keperluan rumah tangga dan sebagai bahan baku industri makanan dan obat-obatan.

Kandungan Vitamin C pada buah cabai cukup tinggi, hal ini menjadi indikator bahwa cabai di kategorikan sebagai komoditas komersial dan potensial untuk di kembangkan.

Bagaimana Cara Budidaya cabai? Yuk kita baca dan simak bersama..

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur dan porositas tanah,  sehingga ketersediaan air dan udara dalam tanah dapat optimal.

Pengolahan Tanah pada budidaya cabai dilakukan secara sempurna, yaitu pembajakan dilakukan 2x dan penyisiran di lakukan 1 kali.

Setelah pengolahan tanah 7-14 hari, di buatkan bedengan dengan tujuan untuk mempermudah pembuangan air hujan yang berlebihan, mempermudah pemeliharaan, mempermudah meresapnya air hujan atau air pengairan, serta menghindari tanah terinjak- injak sehingga menjadi padat.

Ukuran bedengan yang baik yaitu :

  • Lebar : 110 – 120 cm
  • Tinggi : 20 – 30 cm
  • Panjang : disesuaikan dengan keadaan lahan
  • Serta Jarak antar bedengan 40-30 cm

Saat 70% bedengan kasar terbentuk di pupuk dengan pupuk kandang atau kotoran ayam yang telah matang sebanyak 1 – 1, 5 kg / lubang tanam.

Jika tanah dalam kondisi masam lakukan pengapuran sebanyak 100-125 gr / lubang tanam.

Penyiapan Benih dan Persemaian

Untuk lahan 1 ha memerlukan benih sekitar 180 gram atau 18 bungkus kemasan yang masing- masing memiliki berat 10 gram.

Ada 2 cara untuk membibitkan cabai yaitu disemai di bedengan atau di semai langsung di polybag.

Jika benih di semai langsung di bedengan terlebih dahulu di siapkan bedengan persemaian, kemudian benih di tebr secara berbaris, jarak antar barisan 5 cm dan di beri nauangan dari daun kelapa atau daun pisang.

Benih juga dapat disemai langsung dalam poly bag kecil yang berukuran 5 – 8 x 10 cm,

sebelum di kecambahkan sebaiknya benih di rendam terlebih dahulu, dalam air hangat dengan suhu 55 – 60 o C selama 15 – 30 menit untuk mempercepat peroses perkecambahan.

Bila benih sudah siap di masukan kedalam polybag, sebelumnya polybag di isi dengan campuran 2 bagian tanah halus,  1 bagian pupuk kandang halus, 80 gram NPK dan 75 gram furadan.

Semua bahan di campur secara merata kemudian di masukan ke dalam polybag, selanjutnya benih di tanam dan letakan polybag secara teratur di atas bedengan, dan segera tutup dengan karung goni basah selama 3 hari agar benih cepat berkecambah.

Pemasangan Mulasa Plastik Hitam Perak

Sebelum pemasangan mulsa plastik terlebih dahulu dilakukan dengan memberikan pupuk yang mengandung unsur P, Mulasa plastik yang akan di gunakan adalah mulsa plastik hitam perak ( MPHP ), pemasangan mulsa plastik sebaiknya di lakukan saat matahari terik antar 14 : 00 – 16 : 00. Agar plastik tersebut memanjang atau memulai, sehingga dapat menutup tanah serapat mungkin.

Pemasangan MPHP minimal di lakukan oleh 2 orang dengan bagian atas mulsa berwarna perak, tarik kedua ujung mphp, ke masing-masing ujung bedengan. Kemudian di kuatkan dengan pasak bambu berbentuk “V” yang di tancabkan di sisi kiri dan kanan. Setiap jarak 40 – 50 cm.

Bedengan yang telah di tutup MPHP di biarkan selama 5 hari sebelum penanaman.

Penanaman

Waktu penanaman yang paling baik pada Budiaya tanaman cabai yaitu pagi atau sore hari, umur cabai yang dapat di tanam adalah 17 – 23 hari, atau tanaman cabai memiliki daun 2 – 4 helai.

Sehari sebelum tanam bedengan yang telah tertutup mulsa plastik hitam perak harus di buat lubang tanam terlebih dahulu, Jarak tanam cabai yaitu 50 – 60 x 60 – 70 cm, bibit cabai yang telah siap di pindahkan segera di siram dengan air secukupny.

Pemupukan

Pupuk yang sukar larut dan pupuk yang berkerja lambat seperti pupuk yang mengandung unsur P, umumnya di berikan sebelum tanam dan pupuk yang berkerja cepat dan mudah larut, seperti yang mengandung unsur N sebaik nya di berikan setelah tanaman tumbuh aktif.

Aadapun dosis pupuk yang di gunakan adalah :

  • Urea 150 kg / ha
  • Za 50 kg/ha
  • SP36 150 kg/ha
  • KCl 200 kg/ha

Pemberian pupuk dasar di berikan saat 2 – 3 hari sebelum tanam dengan semua dosis pupuk SP36,

Pupuk susulan pertama di berikan pada umur 10 hari setelah tanam dengan 1/3 masing-masing dosis pupuk Urea , Za dan KCL.

Pemupukan susulan yang ke dua dan ketiga masing-masing pada umur 40 dan 70 hari setelah tanam, dengan dosis sama dengan pemupukan susulan pertama.

Waktu peupukan di sesuaikan dengan ketersediaan air dimana ketersediaan air dalam tanah dalam kondisi cukup, pemupukan di lakukan dengan cara di tugal sedalam 5 – 15 cm kemudian di tutup kembali dengan tanah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Salah satu masalah utama dan faktor pengahambat produki pada budidaya tanaman cabai adalah serangan hama dan penyakit.

Kehilangan hsil akibat serangan hama dan penyakit berkisar antara 15 – 30 %.

cara yang paling baik untuk mengendalikan hama dan penyakit pada budidaya tanaman cabai  yaitu penerapan pengendalian hama secara terpadu.

Hama

Ulat Grayak

Pengendalian secara terpadu dilakukan dengan kultur teknis, hayati dan kimiawi.

Cara kultur teknis dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa- sisa tanaman yang dapat menjadi tempat persembunyian hama.

Pengendalian hayati dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan berbahan aktif Bacilus thuringiensis seperti dipel, florbac dan lainnya.

Cara kimiawi dengan penyemprotan insektisida bahan aktif Hostation EC, atau Orthene 75 SP

Lalat Buah

Pengendalian lalat buah secara terpadu dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang.
  • Mengumpulkan buah cabai yang terserang kemudian di musnahkan.
  • Pemasangan perangkap dengan metil eugenol
  • Aplikasi insektisida,seperti buldok, lannate, tamaron dan lain lain.

Baca Juga : Penyebab Keriting Daun Cabai dan Cara Mengatasinya

Penyakit

Layu Bakteri

Penyebaran penyakit ini dapat melalui benih, bibit,bahkan tanamanyang sakit dan residu tanaman, Pengendalian dilakukan dengan perendaman benih dalam bakterisida Agrymicin 0,5 gr/liter selama 5 – 10 menit.

Layu Fusarium

Penyakit yang disebabkan oleh cendawan yang bersifat tular tanah, pengendalian dilakukan dengan perendaman benih dengan fungisida benlate atau derosal 0,5 – 1 gr/liter selam 5 – 15 menit

Pemberian pengapuran tanah sebelum tanam pada tanah yang berPH rendah.

Baca Juga : Penyebab dan Cara mengatasi Penyakit Antraknosa / Patek pada Tanaman Cabai

Panen

Pada Umumnya tanaman cabai mulai dipanen pada umur 75 -85 hari stelah tanam, penen berikutnya berselang 2 – 3 hari sekali.

Sedangkan pada dataran tinggi (pegunungan) panen perdana di mualai pada umur 90 -100 hari setelah tanam, selanjutnya pemetikan buah di lakukan 6 – 10 hari sekali.

Khusus Untuk tanaman cabai yang sasarannya ekspor, panen cabai yang di pilih pada tingkat kematangan 85 – 90 % saat cabai berwarna merah kehitaman.

Adapun cara panen cabai sebagai berikut :

Memetik buah secara hati-hati disaat cuaca terang dan hasil panen masukan dalam wadah dan selanjutnya di kumpulkan di tempat penampungan.

Sekian catatan NuansaTani.com kali Ini, Teknik Budidaya Tanaman Cabai Merah Panen Melimpah, semoga bermanfaat..

 

 

 

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Teknik Budidaya Tanaman Cabai Merah Panen Melimpah"

Tinggalkan pesan "Teknik Budidaya Tanaman Cabai Merah Panen Melimpah"