Info Praktis
Jan21

7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian

0 komentar

7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian

Sahabat NuansaTani.com Sejak dahulu, jumlah lahan pertanian Indonesia cenderung semakin menurun dari tahun ke tahun akibat adanya alih fungsi lahan menjadi non-pertanian.

7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian

7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian ( Picture by : nyom’s daily )

Alih fungsi atau konversi lahan didefinisikan sebagai berubahnya fungsi awal lahan menjadi fungsi lainnya baik dari sebagian maupun keseluruhan lahan akibat adanya faktor-faktor tertentu.

Berikut ialah faktor-faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian yaitu :

  1. Pertumbuhan penduduk yang pesat

Dengan jumlah daratan yang tetap, akan tetapi jumlah penduduk yang terus meningkat.

tentu dapat menyebabkan berbagai dampak bagi lingkungan tempat tinggal mereka.

Salah satunya adalah adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian guna memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang juga meningkat.

  1. Kenaikan kebutuhan masyarakat untuk permukiman

Dengan Adanya pertumbuhan demografi, tentu saja juga akan menuntut kebutuhan-kebutuhan dasar termasuk tempat tinggal.

Ketika lahan di daerah permukiman sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan yang diminta, maka konversi lahan pertanian menjadi kawasan rumah menjadi pilihan sebagai salah satu solusi permasalahan tersebut.

  1. Tingginya biaya penyelenggaraan pertanian

Untuk mengolah sawah atau lahan pertanian dari lapisan tanah agar mendapatkan hasil yang optimal tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit,

belum lagi jika barang-barang pertanian tersebut mengalami kenaikan seperti pada saat naiknya harga bahan bakar minyak, maka harganya bisa melambung menjadi dua kali lipat.

Kenaikan harga pupuk, benih pertanian, biaya irigasi, hingga harga sewa tenaga petani membuat para pemilik sawah mempertimbangkan untuk menjual sawah mereka atau mengalihkan fungsi lahan menjadi bangunan atau tempat wirausaha.

  1. Menurunnya harga jual produk-produk pertanian

Selain membutuhkan modal yang lumayan, para petani juga harus siap menerima resiko lain, yakni hasil panen yang tidak baik atau bahkan gagal panen.

Dimana harga jual produk pertaniannya menjadi sangat rendah atau malah tidak laku di pasaran. Jika hal ini terjadi maka petani akan menderita kerugian yang tidak sedikit pula. Tantangan lain ialah adanya penurunan harga hasil pertaniannya karena faktor-faktor tertentu.

  1. Kurangnya minat generasi muda untuk mengelola lahan pertanian

Anggapan masyarakat, khususnya para generasi muda mengenai sektor pertanian masih belum sepopuler bidang-bidang usaha yang lain.

Para pemuda misalnya, ketika ditanya mengenai cita-cita mereka, maka hampir bisa dipastikan akan menyebutkan berbagai profesi lain selain menjadi petani.

Meski tidak sedikit juga masyarakat yang telah menjadi petani sukses, namun profesi petani saat ini memang masih sering dianggap sebagai profesi yang berada pada kelas menengah ke bawah, sehingga cenderung dihindari oleh para generasi muda.

Dan sebagai akibatnya, para orang tua yang mempunyai sawah atau lahan pertanian akan menjual lahannya kepada orang lain.

Sedangkan bagi mereka yang mewariskan kepada anaknya yang tidak berminat mengelola sawah.

maka besar kemungkinan lahan tersebut akan mengalami alih fungsi.

  1. Pergantian ke sektor yang dianggap lebih menjanjikan

Seiring berkembangnya pengetahuan, teknologi, serta bertambahnya wawasan para pemilik lahan pertanian, maka tidak sedikit dari mereka yang sengaja mengalihkan fungsi lahan pertanian ke sektor usaha lain.

Dengan harapan perekonomian dapat semakin meningkat, mereka mulai mendirikan tempat-tempat industri, peternakan, serta tempat usaha lain di atas lahan pertaniannya.

Baca Juga : Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian, Apa Saja?

  1. Lemahnya regulasi pengendalian alih fungsi lahan

Yakni ketidaktegasan peraturan pemerintah maupun pejabat mengenai pengendalian fungsi lahan.

Ketidaktegasan tersebut diantaranya meliputi kekuatan hukum, ketegasan penegak hukum, dan sanksi pelanggaran.

Sekian Catatan NuansaTani.com kali Ini, 7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian !! Semoga bermanfaat…

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian"

Tinggalkan pesan "7 Faktor Pendorong Terjadinya Alih Fungsi lahan Pertanian"